Foto dari jendela pesawat terbang

Posted: May 4, 2013 in Tips Fotografi
Melakukan pemotretan dari jendela pesawat selama dalam perjalanan merupakan sebuah keasikan tersendiri, karena pola awan atau cuaca yang akan terjadi sama sekali tidak bisa diprediksi oleh karena itu moment dan lokasi merupakan saat yang tidak bisa didapat 2 kali.

Foto foto berikut ini saya ambil saat melakukan perjalanan ke Bandung, karena posisi jendela saya duduk agak dekat ke sayap, seringkali susah untuk menghindarkan sayap pesawat masuk framesehingga akhir nya saya lebih banyak memasukkan sayap pesawat kedalam frame, agar kelihatan bahwa foto memang diambil dari jendela pesawat terbang.🙂

Ada beberapa tips yang bisa membantu kita mendapatkan foto yang lebih baik saat ingin memotret melalui jendela pesawat, antara lain :

1. Pastikan harus duduk di posisi paling pinggir dengan jendela pesawat terbang.

Hal ini tidak perlu dipertanyakan lagi, karena untuk mendapatkan pemandangan terbaik keluar tentunnya dengan posisi yang berada di samping jendela.

2. Manual atau Auto Fokus

Ada beberapa pendapat penggunaan manual atau auto fokus pada saat melakukan pemotretan saat berada dari dalam pesawat. Bagi yang menyukai penggunaan manual fokus adalah untuk menghindari miss fokus saat kita tengah membidik pada suatu titik, tapi saat melakukan pemotretan fokus bergeser karena kita berada di pesawat yang bergerak. Juga kadang fokus justru mengunci pada kaca jendela pesawat apalagi jika ada goresan atau kotoran yang menempel pada jendela pesawat tersebut dan juga membutuhkan waktu yang cukup lama untuk mencari fokus diluar jendela pesawat yang bergerak.

Tapi kalau saya pribadi tetap menggunakan auto fokus saat melakukan pemotretan dari pesawat terbang ini, kendala fokus justru mengunci pada kaca jendela pesawat tidak saya rasakan, saat melkukan pemotretan pada foto diatas kebetulan saya menggunakan lensa Nikon AF-S 18-105 VR. Untuk mengakali miss fokus, saya memprediksi arah gerak pesawat dan jika perlu memasukkan sayap pesawat kedalam frame, maka saya meletakkan fokus pada bagian sayap tersebut yang jaraknya statis dari posisi saya memotret. (lihat photo pertama dan ketiga)

3. Mode pada Body Camera

Saya pribadi menggunakan Mode Manual untuk pemotretan diatas, namun jika takut kehilangan moment bagus saya menyarankan menggunakan mode Apperture Priority; Mode A pada Nikon atau Av pada Canon.

4. Metering

Karena kontras cahaya yang sangat tinggi, saya memilih menggunakan spot metering. Hal ini dengan tujuan agar sensor kamera hanya mengukur cahaya dengan area yang kecil sesuai dengan titik fokus yang saya inginkan.

5. Gunakan Peredam Getaran

Walaupun speed yang digunakan termasuk tinggi, saya menyarankan tetap mengaktifkan peredam getaran pada lensa. Pada lensa Nikon istilah nya adalah VR (Vibration Reduction) sedangkan pada Canon adalah IS (Image Stabiliser). Hal ini termasuk penting untuk mengurangi shake jika suatu saat ada bagian yang gelap dari awan yang dijadikan patokan metering yang menyebabkan shutter speed menjadi rendah.

6. Apperture

Untuk hal ini saya menggunakan bukaan antara 11 hingga 16, agar semua bagian masih terlihat tajam dan cahaya yang masuk cukup banyak untuk speed yang tidak terlalu rendah.

Demikian share saya kali ini untuk pemotretan dari dalam pesawat udara, kebetulan yang saya lakukan adalah waktu perjalanan siang hari, mungkin jika ada rekan rekan lain berkenan untuk share tip dan trik untuk pemoteran malam.

Salam



——————————————————————-
www.purnawanhadi.com
Twitter : Pelukis Cahaya
FB Fan Page : Pelukis Cahaya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s