Simulator Kamera DSLR

Posted: March 7, 2013 in Kamera

Jika saat ini Anda sedang baru belajar fotografi dengan kamera DSLR, mungkin dengan mendaftar di kursus fotografi ternama mungkin adalah cara terbaik. Tetapi harga yang relatif mahal bisa membuat Anda berfikir ulang jika kantongnya pas-pasan. Atau dengan secara mandiri, membaca buku manual yang selalu disertakan di paket pembelian juga bisa menjadi cara jitu untuk mengoperasikan kamera baru Anda. Tetapi lagi-lagi, bahasa yang terlalu teknis kadang terlalu membingungkan. Cara lain pun bisa ditempuh yaitu membeli buku-buku fotografi yang banyak beredar di toko buku atau ikut hunting bersama. Namun, ada satu cara yang sangat instant dan relatif mudah dipahami yaitu dengan memakai aplikasi simulator kamera DSLR.

Berikut sebuah program CameraSim, startup software fotografi yang didirikan Jon Arnold, merilis sebuah simulator unik bernama The SLR Camera Simulator. Sesuai namanya, kita bisa belajar menggunakan setingan kamera seperti mengatur Speed, F, ISO, jarak pemotretan, cuaca, white balance dan lain-lain. Persis seperti menu kamera DSLR sungguhan, namun karena ini hanya simulasi, kita tidak benar-benar memegang kamera, melainkan memegang mouse di layar komputer Anda. Aplikasi ini bisa diakses dari web browser yang  support Adobe Flash. Setiap hasil pengaturan Anda bisa segera dilihat hasilnya. Penasaran? coba saja simulatornya di bagian akhir tulisan ini.

Disamping ini adalah screen capture tampilan simulator nya. Saya mendapatkan screenshots yang sudah ditranslate ke Bahasa Indonesia, namun bisa saja tampilan di komputer Anda akan muncul dalam bahasa versi aslinya tergantung settingan browser atau perangkat yang digunakan. Untuk lebih dapat membantu berikut saya coba jelaskan secara ringkas keterangan fungsi pada panel silmulator kamera tersebut.


Mari kita lihat satu persatu bagian dari simularot ini :

1. Tampilan Layar LCD.
a. Titik Fokus.

Tampilan LCD dengan 9 titik fokus ini biasanya dipunyai oleh Brand Canon mulai Entry Level hingga medium. Pada Body Kamera sungguhan, titik titik tersebut merupakan titik dimana kita meletakkan fokus objek sesuai keinginan.



b. Indikator


Ada 4 bagian indikator pada bagian bawah LCD yang didesain menyerupai tampilan LCD kamera DSLR saat diintip melalui View Finder, bagian paling kiri menyatakan angka kecepatan shutter (Speed), disebelahnya menyatakan angka bukaan Diagfragma (F), disebelahnya lagi dengan indikator mulai -2 hingga +2 merupakan indikator exposure dimana garis indikator bisa bergeser ke kiri atau kekanan, pergseran ke kiri berarti gambar yang dihasilkan akan bertambah gelap (under exposure) dan kekanan akan bertambah terang (over exposure), nilai ideal ada ditengah tengah pada angka nol (0), terakhir paling kanan adalah nilai ISO yang menunjukkan sensitifitas sensor pada kamera dalam menangkap cahaya.


2. Panel instrument


Pencahayaan
Menu ini membantu untuk mendapatkan kondisi seperti real di lapangan kita memotret menggunakan DSLR, pada body kamera menu ini mirip dengan pengaturan White Balance. Coba geser slider pencahayaan, maka akan terlihat di LCD indikatornya :

a. Dim Indoors / Ruangan Redup : indikator Candle Light
b. Bright Indoors /Ruangan Terang : indikator Tungsteen
c. Mendung : indikator Claudy
d. Berawan sebagian : indikator Claudy + Daylight
e. Agak cerah dan cerah : indikator Daylight.
Jika Anda memilih tombol Prioritas Bukaan dan Prioritas Rana (akan saya jelaskan dibawah), maka saat menggeser slider secara real time posisi “Bukaan” dan “Rana” juga akan bergerak.

Jarak
Menunjukkan estimasi jarak kamera ke objek, silahkan geser slider untuk mengubah jarak.

Panjang Fokus
Ini merupakan panjang fokus kamera yang sama dengan zooming pada lensa kamera.

Mode Kamera
1. Prioritas Bukaan, pilihan pada kamera adalah Mode A (Nikon) atau Av (Canon)
2. Prioritas Rana, pilihan pada kamera adalah Mode S (Nikon) atau Tv (Canon)
3. Manual, pilihan kamera pada Mode M (Nikon / Canon)

Tripod
Pada simulator ini juga memiliki menu, seandainya pada saat pemotretan Anda menggunakan Tripod.

ISO
Dengan menggeser slider, Anda dapat memilih ISO yang akan digunakan

Bukaan
Menunjukkan besarnya diafragma pada lensa dengan nilai f antara f/2,8 hingga f/22

Rana
Menunjukkan nilai kecepatan shutter (shutter speed) pemotretan dengan nilai 1″ hingga 1/4000 sec


Nah, setelah memahami fungsi fungsi panel tersebut dan mengaturnya, silahkan tekan tombol 
!

Sekarang, silahkan Andamelakukan silmulasi pemotretan dengan DSLR tanpa takut kehabisan Shutter Count 🙂
Catatan:
Simulator kamera DSLR di atas adalah aplikasi berbasis web, sehingga disarankan diakses dari komputer dengan browser yang telah mendukung Flash dan koneksi internet yang memadai. Jika ingin simulator yang tidak memerlukan akses internet, anda bisa membeli aplikasi desktopnya (Mac & Windows). Sedangkan untuk akses dari perangkat bergerak, bisa download aplikasi mobile CameraSim for iPhone atau CameraSIM for iPad.

Jika ada kesulitan dalam tampilan simulator di blog ini, silahkan langsung buka link CameraSim ini.

Salam,


——————————————————————-
www.purnawanhadi.com
Twitter : Pelukis Cahaya
FB Fan Page : Pelukis Cahaya

Advertisements

Lightroom vs Photoshop

Posted: March 4, 2013 in Lightroom, Photoshop
Sampai sekarang saya masih mendengar pertanyaan yang intinya menanyakan mana yang lebih bagus pake Lightroom atau Photoshop dalam mengedit foto, malah ada lagi yang bilang kalo Lightroom gak bagus dari Photoshop untuk satu hal dan Photoshop juga kurang enak dalam hal lain dibanding Lightroom. Mungkin bagi yang sudah memakai kedua program dari Adobe ini : Lightroom dan Photshop serta mengerti perbedaan kedua program ini akan senyum senyum sendiri dengan pendapat pendapat tersebut :).


Saya sendiri menggunakan kedua program ini untuk melakukan editing pada foto, dari kamera file RAW saya transfer dulu ke komputer dan langkah pertama saya lakukan pengeditan di Lightroom kemudian dari Lightroom di eksport langung ke Photoshop, disini sudah dapat dilihat karena dari Lightroom tidak ada menu “save” atau “save as” namun yang ada adalah “Export” berarti Lightroom ini merupakan program yang salah satu fungsinya dirancang untuk menyempurnakan pre-editing dari program lain.
Untuk simpel nya bagi saya, Lightroom saya gunakan untuk melakukan editing yang lebih detail pengganti Adobe RAW di Photoshop. Seperti gambar berikut, miripkan menunya ? 


Kesimpulan saya, perbedaan mendasar nya adalah Lightroom adalah software pengolah photo yang cocok untuk para Fotografer, Aplikasi ini memang sangat baik jika digunakan untuk mengolah photo secara profesional, berbeda dengan Adobe Photoshop yang diperuntukan selain retouch photo juga untuk membuat suatu manipulasi photo, sedangkan Adobe Photoshop Lightroom lebih ke arah Retouch photo dan permainan efek warna.


Dari sebuah artikel lain disini, dijelaskan beberapa kelebihan dari Lightroom.

1. Lebih efisien alias hemat waktu dan tenaga
Jika anda banyak melakukan pengambilan photo maka dengan Lightroom anda tidak usah membuka banyak layer, photo akan ditampilkan secara thumbnails. dan mempermudah anda untuk memilih dan mengedit secara mudah dan cepat.


2. Tampilan program cocok untuk fotografer
Tool dan fungsi yang ada di Lightroom lebih sederhana dan tidak ribet dengan fitur-fitur lainnya, fitur yang disediakan lebih ke arah penggunaan efek warna, crop, preset, dan ukuran pixel.

3. Cukup perkasa dan kaya fitur
Selain fitur standar fotografer di Lightroom juga menyediakan beberapa fitur lainnya seperti menghilangkan jerawat, noise dan bercak pada photo.

4. Tethered shooting
Jika anda bekerja di Studio photo, maka Lightroom sangat wajib dimiliki karena aplikasi ini bisa langsung terhubung dengan kamera dan komputer dengan USB sebagai penghubungnya, Saat anda melakukan pengambilan gambar secara otomatis photo akan tampil dilayar komputer.

5. Non-destruktif editing
Seperti halnya photoshop, aplikasi ini juga mecatat semua histori pengedita, jadi jika kita melakukan kesalahan di step lanjutan maka bisa kembali ke step sebelumnya. 

6. Pilihan preset yang banyak
Hal ini sangat berguna untuk mempermudah dan mempercepat waktu kerja editing. Fungsi preset di Lightroom mirip dengan “Action” di Photoshop, namun dengan kemudahan untuk melakukan editing ulang setelah preset diaplikasikan pada foto. Untuk jelasnya saya akan bagikan salah satu preset Lightroom saya pada postingan Free Preset Lightroom.

7. File manajemen
Seperti halnya ACDsee, Lightroom juga digunakan untuk melakukan manajemen file photo, mengelompokan photo sesuai jenis, ukuran, tanggal. dll

Apa yang tidak bisa dilakukan di Lightroom? Lightroom tidak bisa memanipulasi objek. Sehingga jika ingin melakukan editing lebih lanjut, bisa dilakukan di Photoshop.

Salam,


——————————————————————-
www.purnawanhadi.com
Twitter : Pelukis Cahaya
FB Fan Page : Pelukis Cahaya

Jika sebuah Point of Interest (POI) atau sebuah objek yang sama, dengan pencahayaan dan exposure yang sama tetapi di foto oleh dua fotografer yang berbeda hasilnya pasti gak akan persis sama 🙂 Salah satu faktor penentu biasanya terletak pada komposisi. Komposi ini dihasilkan dari pengambilan sudut pandang dan posisi si Fotografer saat melakukan pemotretan. Kali ini saya akan share mengenai sebuah aturan komposisi dasar yang sering disebut aturan “Rule of Thrid”.

Aturan komposisi ini cukup sederhana, siapapun bisa mengaplikasikannya dan tidak membutuhkan kamera dengan fitur yang canggih dan mahal untuk mengikuti cara komposisi ini.

Komposisi aturan sepertiga

Rule of Thirds membagi foto menjadi sembilan bagian yang sama dengan dua garis ruang horisontal yang sama serta dua garis ruang vertikal yang sama pula, jadi sekarang kita melihat view finder memiliki 9 persegi kecil dan bukan satu persegi besar.

Empat Garis beserta titik titik pertemuan antara garis tersebut diidentifikasikan merupakan bagian atau tempat dari Point of Interest dan tentunya itu adalah dimana fotografer sebaiknya menempatkan subyek (disepanjang garis atau di titik persimpangan) untuk menciptakan foto-foto yang memiliki keseimbangan. Sebuah cara mudah untuk mengingatnya adalah: Rule of Third ini menghindari penempatan subyek di persegi bagian tengah.

Kesulitan yang terjadi saat kita membidik melalui View Finder adalah garis Rule of Third ini tidak ada tersedia dalam jendela bidik kamera, kalaupun ada merupakan sebuah fitur tambahan. Untuk jelasnya berikut sebuah gambaran jika dilihat dari View Finder DSLR Nikon D90. Garis hitam merupakan Nikon Gridline (bisa dimunculkan dengan mengubah settingan pada View Finder) dan garis Biru adalah garis imaginer Rule of Third.

Rule Of Third
Sumber image dari Wesley Tang

Kita bisa menjadikan patokan titik titik fokus yang diberi tanda merah sebagai titik bantu peletakan garis imaginer Rule of Third.

Berikut beberapa contoh foto saya dengan penempatan berdasarkan Komposisi Rule of Third :

Rule Of Third
Rule Of Third
Rule Of Third
Rule Of Third
 Sumber foto :

 

Beberapa fotografer hebat mungkin mendapatkan komposisi bagus secara alami, tetapi pada umumnya mereka tidak mendapatkannya dalam waktu singkat serta membutuhkan banyak sekali latihan dan akhirnya menjadi sebuah kebiasaan. Ada sebuah cara untuk mendisiplinkan diri dalam hal komposisi, ajukan pada diri sendiri dua pertanyaan ini sebelum menekan tombol Shutter:
  1. Apa yang akan menjadi pusat perhatian dari foto Saya?
  2. Dibagian persegi yang manakah akan saya tempatkan POI tersebut? (Tentunya bukan di bagian tengah)
Jawab terlebih dahulu 2 pertanyaan diatas, dan kemudian lakukan framing, dalam waktu dekat semoga kita semua akan menyadari telah menemukan satu bentuk peningkatan dalam dunia fotografi. 


Salam,

——————————————————————-
www.purnawanhadi.com
Twitter : Pelukis Cahaya
FB Fan Page : Pelukis Cahaya

Para rekan rekan Fotografer sekalian pasti pernah yang namanya ikutan acara Hunting Photo bareng, mungkin skala jumlah peserta nya saja yang berbeda beda. Hunting Photo bareng ini biasanya diadakan oleh suatu kepanitiaan dalam rangka bagian dari acara lain yang lebih besar, seperti ulang tahun sebuah perkumpulan atau organisasi, kegiatan sosial seperti Hunting Photo untuk amal dan kegiatan peringatan hari besar atau hal lainnya. Bisa juga Hunting Photo rame rame ini dilakukan dalam sebuah pelatihan fotografi dimana setelah penyajian materi yang berbentuk teori kemudian ada sesi Hunting Photo untuk mempraktekkan teori yang telah dipelajari.

Bali Photographer for Humanity

Foto diatas saya ambil saat mengikuti acara sosial yang diakan oleh Fotografer di Bali yang bertujuan untuk mengumpulkan dana buat salah seorang seniman pemain Drama Tradisional Gong Bali yang bernama Pak Dollar yang saat itu tengah menderita sakit.

Dari berbagai kegiatan Hunting Photo ini banyak manfaat yang bisa diambil dibalik esensi atau tujuan pelaksanaan kegiatan tersebut, diantaranya menjalin silaturahmi antara sesama Fotografer, bertemu dan berbagi cerita dengan Fotografer senior yang tentunya akan menambah ilmu bagi yang mengikuti pembicaraan dengan sesepuh Fotografio yang hadir tersebut.

Berikut beberapa Tips dan Trik dari saya untuk rekan rekan Fotografer yang ingin mengikuti sebuah kegiatan Hunting Photo, terutama yang ada menggunakan model :

1. Respect the other.

Ini adalah Tips pertama dan yang paling utama jika mengikuti kegiatan Hunting Photo, biasanya kondisi ideal perbandingan jumlah Fotografer dan Model dalam kegiatan Hunting Photo adalah 1 : 5, artinya satu orang model akan dipotret oleh 5 orang fotografer. Namun kondisi ideal ini seringkali tidak terjadi pada saat Hunting Photo untuk kegiatan amal atau sejenis nya yang diikuti oleh banyak peserta. Oleh karena itu kita harus “Respect The Other”, dalam artian Respect pada Fotografer lain, Respect pada si Model dan Respect pada Panitia acara.

Jadi jangan marah kalo lagi asik asiknya membidik model tiba tiba muncul fotografer lain yang melintas dibalakang si model atau malah ada tampilan “kepala” fotografer lain didepan lensa… hehehe.. musti sabar dan kalau memang mau ngomong, tegurlah dengan bahasa yang sopan. Karena setiap orang saat itu tentunya ingin mengambil sudut yang terbagus ditengah ramenya Fotografer lain.

2. Bawa perlengkapan secukupnya

Nah ini dia yang sering kejadian, si Fotografer nya bawa perlengkapan sangat banyak mulai dari berbagai jenis lensa, sampai bawa beberapa Body kamera, belum lagi equipment lain seperti tripod, lightstand, flash sampai Softbox… Hunting Photo tidak sama kondisinya dengan pemotretan yang dilakukan dengan satu model dan satu Fotografer, jika anda meletakkan lightstand di kiri kanan model mungkin anda akan mengganggu sudut pandang dan framing dari peserta lain dan membawa perlengkapan yang berlebihan tentunya akan merepotkan sekali, karena ruang gerak yang bisanya sangat sempit dan kerepotan serta resiko lain saat pengawasan terhadap gear menjadi berkurang.

3. Bawa lensa dengan bukaan diafragma terbesar.

Kalau kondisi Hunting Photo dengan jumlah peserta yang cukup banyak, tentunya kita tidak bisa sesuka nya mengatur lighting dan pose model. Oleh karena itu dibutuhkan kecepatan dan ketepatan saat mengambil foto sang model. Untuk pencahayaan bisa diakali dengan mengetahui posisi cahaya yang ada saat itu (available light) seperti cahaya matahari, atau lampu kalau ada dan memaksimalkannya. Dengan bukaan diagfragma yang cukup besar seperti F1,4 atau F1,8 tentunya akan lebih mendapatkan speed yang tinggi dan bokeh yang bagus.

Sebenarnya bokeh dalam hal ini bukan suatu patokan nilai bagus tidak nya sebuah foto, namun dalam kondisi Hunting Photo yang pesertanya cukup banyak, bokeh akan sangat berguna memisahkan POI yaitu sang model dengan latar belakang dengan membuat latar menjadi lebih blur…  karena dengan background yang cukup blur akan meminimalisir adanya gangguan pada latar belakang seperti ada nya peserta lain yang tak sengaja masuk frame dan lainnya.

4. Gunakan Lensa Zoom

Hal ini saya perhatikan banyak terjadi pada beberapa rekan Fotografer, karena ingin mendapatkan bokeh yang bagus dan ketajaman yang baik, sering dibawa Lensa Fix untuk Hunting. Namun saat hunting rata rata mengeluh karena gak bisa melakukan komposisi yang bagus dan kalau maju terlalu dekat ke model merasa gak enak  karena menutupi sudut pandang rekan Fotografer yang lain… serba salah ya 🙂 oleh karena itu gunakanlah lensa zoom.

Nah, ada yang lain yang ingin menambahkan ? 🙂

Salam,

——————————————————————-
www.purnawanhadi.com
Twitter : Pelukis Cahaya
FB Fan Page : Pelukis Cahaya

Ikuti dan Kirimkan Segera Karya Foto terbaik Anda serta Rebut Hadiahnya sebelum tanggal 16 Maret 2013
Pengumuman Pemenang dan Pameran Foto pada tanggal 11 April 2013

Informasi serta Formulir Pendaftaran dapat Anda peroleh pada Dealer Resmi NIKON terdekat di kota Anda atau Download di http://www.nikonteam.net

KATEGORI YANG DILOMBAKAN :
1. Kategori Piktorial / Keindahan
2. Kategori Jurnalistik & Street Fotografi
3. Kategori Keluarga dan Anak-Anak
4. Kategori Fashion dan Model

GRAND PRIZE*  D600 Kit + Tropi Nikon

* Pemenang Grand Prize adalah peserta dengan akumulasi POIN tertinggi dari beberapa kategori yang diikutinya minimum ikut 2 kategori.



Hitungan POIN dalam tiap kategori adalah sebagai berikut :
1. Foto Juara 1           : 1+ 4 POIN menjadi TOTAL = 5 POIN
2. Foto Juara 2           : 1+ 3 PON menjadi TOTAL = 4 POIN
3. Foto Juara 3           : 1 + 2 POIN menjadi TOTAL = 3 POIN
4. Foto Juara Harapan : 1 + 1 POIN menjadi TOTAL = 2 POIN
5. Foto yang telah terpilih dalam 21 nominasi mendapatkan 1 POIN

** Peserta diperbolehkan mengikuti lebih dari  2 kategori yang dilombakan (mininum 2 kategori)

Kompetisi ini tidak berlaku bagi seluruh Agen / Karyawan Nikon, Dewan Juri beserta anggota keluarganya.

HADIAH tiap kategori :
– Juara 1 : 1 Kamera Nikon D7000 Kit + Tropi Nikon
– Juara 2 : 1 Kamera Nikon D5200 Kit + Tropi Nikon
– Juara 3 : 1 Kamera Nikon D3200 Kit + Tropi Nikon
– Juara Harapan : 3 Kamera Nikon Coolpix + Sertifikat

Klik disini untuk keterangan lebih lanjut

Alamat Pengiriman :
NIKON TEAM
Kompleks Mangga Dua Square Blok H No.28-29
Jl. Gunung Sahari Raya, Jakarta 14430
Telp. (021) 6231 2730

Salam,


——————————————————————-
www.purnawanhadi.com
Twitter : Pelukis Cahaya
FB Fan Page : Pelukis Cahaya

asteroid2 (1)

Sebuah asteroid berukuran setengah lapangan bola saat ini tengah bergerak mendekati bumi. Asteroid bernama Asteroid Apophis dengan kode nama 2012 DA 14 itu mencapai jarak terdekat dari bumi pada Sabtu (16/2) pukul 02.26 WIB.

“Titik terdekatnya adalah 21 ribu km dari bumi, yang kira-kira berada dalam orbit satelit GPS. Ini tergolong palng dekat dengan bumi,” kata Profesor Riset Astronomi Astrofisika Lapan Thomas Jamaluddin kepada detikcom, Jumat (25/1/2013). Thomas mengatakan, Indonesia termasuk kawasan paling baik untuk melihat asteroid ini. Benda angkasa ini akan terlihat seperti bintang redup yang melintas dengan cepat di antara bintang-bintang saat mendekati bumi.  Read the rest of this entry »