Susah cari kerja ?

Posted: June 16, 2011 in Death end story

Pertanyaan ini jika ditanyakan pada kebanyakan orang maka jawaban pada umumnya adalah “iya”. Kenapa iya ? karena secara otomatis orang akan memikirkan betapa sulit nya untuk melalui proses melamar kerja, seleksi akademik, seleksi dari perusahaan tempat yang akan dilamar kerjaannya lalu wawancara kerja serta seabrek abrek proses lainnya. Benarkah begitu ?

Saya rasa jawabannya juga “iya”, walaupun tidak selalu… karena saya kenal dengan beberapa orang teman saya yang sekarang telah sukses menduduki jabatan jabatan penting ditempat dia bekerja. Dari merekalah saya dapat sebuah sisi lain tentang dunia kerja, yaitu : ternyata yang sulit itu bukanlah mencari pekerjaan, namun yang sulit itu adalah mencari orang yang mau untuk bekerja. Kenapa demikian ? karena sebagian besar orang yang lulus tes demi tes atau seleksi dalam mencari pekerjaan sebagian besar tidak punya mental yang bagus untuk bekerja.

Setelah lulus tes atau diterima bekerja, biasanya beberapa bulan pertama semangat kerjanya pasti bagus dan tinggi. Karna biasanya 3 sampai 6 bulan pertama adalah masa percobaan yang kan menentukan apakah diterima bekerja secara penuh atau bakal ada kenaikan gaji menjadi gaji penuh. Tapi coba lihat setelah itu, setelah merasa cukup nyaman kebanyakan orang justru tidak bersyukur… alih alih untuk tetap bersemangat untuk aktif bekerja, yang terjadi adalah mulai tanda tanda ketidakpuasan, gak senanglah sama teman kerja atau atasan, mulai pikiran negatifnya dengan seribu satu alasan untuk mengeluh lalu lama kelamaan mulai lagi mencarinformasi kerja ditempat lain.

Walau dengan alasansebuah karr yang lebih baik, atau untuk penghasilan yang lebih besar, orang seperti ini biasanya hanya seorang pecundang yang tidak mau mengakui kelemahannya. Tidak mau memperbaiki diri dan juga tidak akan pernah berubah. Karena jika diterima ditempat yang lainpun sifat lamanya akan berulang terus.

Saya pernah baca komentar yang menyebutkan bahwa pohon yang sering dipindahpindahkan tempat hidupnya, sebulan di pot, lalu pindah ke halaman, lalu setahun lagi pindah lagi ke taman seperti itu tidak akan subur hidupnya. Akan lebih subur kuat dan berguna pohon yang tetap pada suatu tempat, tumbuh besar, menaungi sekitarnya dan jika mati pun batangnya akan lapuk dan menyuburkan tanah disana.

Apalagi berniat untuk berpindah dari jadi seorang karyawan menjadi pengusaha, mental demikian jelas jelas akan menghasilkan pengusaha yang hanya “hangat hangat tahi ayam”, karena mental pengusaha harus jauh lebih kuat dan tekun dari karyawan terbaiknya sekalipun.

Saya berpendapat jika saat ini kita belum mampu maju dan berjalan sendiri sebagai pengusaha, belajarlah terlebih dahulu menjadi karyawan yang terbaik. Atasan saya pernah bilang, kerja ini sebenarnya ibarat kita belajar atau kuliah tapi kita digaji. Belajar dan belajarlah untuk selalu menjadi yang terbaik bagi diri dan lingkungan.

 

Cheers

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s