Diagfragma, Speed dan ISO

Posted: April 28, 2011 in lukisan dari cahaya

Tulisan ini merupakan tulisan dari beberapa senior senior di http://www.fotografer.net sambil belajar ada baiknya juga share kepada pembaca tentang beberapa teori dasar di fotografi. Kombinasi antara Diagfragme, Speed dan ISO saya rasa merupakan hal yang paling dasar untuk dimengerti dalam membuat sebuat komposisi foto.

Seperti yang telah diketahui bahwa semua benda di dunia ini memantulkan cahaya, dan dengan kamera foto, cahaya itu ditangkap dan direkam dalam bentuk data sebelum  akhirnya diproses melalui proses cetak menjadi sebuah karya foto atau tetap dinikmati dalam format digital.

Pada era digital sekarang ini sudah banyak sekali kamera yang mempunyai fitur auto dimana segalanya diatur oleh program sehingga fotografer tinggal memencet tombol saja. Hal ini memang sangat memudahkan tapi yang disesalkan membuat malas mempelajari fotografi secara benar sehingga tidak mengetahui teori dasar memotret dan akhirnya foto yang dihasilkan kurang baik.

Tanpa pengetahuan dasar yang kuat, hasil foto karya “fotografer auto” tidaklah sesempurna orang yang mengetahui dan memahami dasar fotografi secara kuat.

Untuk menangkap cahaya dengan kamera, unsur penting yang harus di perhatikan dengan seksama, yaitu Diagfragma, Speed dan ISO. Ketiga unsur ini saling berkaitan satu sama lain. Dengan pemahaman mengenai ketiga unsur tersebut maka kita akan dapat menangkap cahaya dan membuat foto dengan baik.

DIAGFRAGMA

Diagfragma adalah besarnya bukaan pada lensa. Semakin kecil angka, semakin besar bukaannya.Jumlah cahaya yang melewati lensa dikendalikan oleh lubang bukaan. Nilai aperture menunjukkan seberapa banyak cahaya dapat melewati. Karena itu dinyatakan sebagai f/2.8, f/16, dll, aperture juga disebut “F angka.”

F / 1 mewakili nilai bukaan maksimum. Ketika bukaan menjadi setengahnya, hal itu disebut F / 2, Ketika seperempat dari ukuran bukaan penuh, itu adalah F / 4. Perhatikan bahwa meskipun F / 2 adalah setengah diameter dari F / 1, luas lubang hanya seperempat dari lubang ukuran penuh (1 / 2 x 1 / 2 = 1 / 4). Sehingga jumlah sinar yang melewati adalah hanya 1 / 4 yang dari lubang ukuran penuh.  Ketika jumlah-F menjadi dua kali lipat, jumlah cahaya menyusut ke 1 / 4 dari jumlah.

Semakin besar penyebut atau f-nomor, semakin kecil ukuran bukaan dan cahaya kurang dapat melewati.

Intinya, dengan bukaan besar, maka cahaya yang masuk akan semakin banyak, sedangkan bukaan kecil cahaya yang masuk lebih sedikit.

Hal ini akan berpengaruh pada ruang tajam (dept of field) pada foto yang kita ambil, sehingga foto yang diambil dengan bukaan besar (F Angka kecil), Pada diagfragma bukaan besar (F angka kecil) gambar yang ditangkap akan tajam pada bagian depan, belakang akan kabur.

SPEED

Speed atau kecepatan rana adalah lamanya shutter terbuka. Shutter adalah alat di kamera yang bekerja dengan membuka dan menutup dimana fungsinya mengatur lamanya cahaya yang masuk ke dalam kamera agar ditangkap oleh sensor.

Dengan mengatur kecepatan shutter, kita bisa mengatur apakah objek bergerak yang kita foto bisa menjadi diam atau ada alur pergerakannya.

Satuan Speed/kecepatan, ditampilkan sebagai berikut :

Jarak pada tiap tiap ukuran kecepatan ini disebut 1 stop.

Sedangkan satuan Speed/kecepatan, pada kamera ditampilkan sebagai berikut :

*cara membacanya : 1000 berarti 1/1000 detik,  sedangkan 1 detik tertulis 1”*cara membacanya : 1000 berarti 1/1000 detik,  sedangkan 1 detik tertulis 1”

Dengan mengatur kecepatan shutter, kita bisa mengatur apakah objek bergerak yang kita foto bisa menjadi diam atau ada alur pergerakannya.

Secara Logika, semakin cepat shutter terbuka maka semakin sedikit cahaya yang terekam, sehingga cahaya yang diterima sensor lebih sedikit dimana akan menghasilkan gambar beku.

Sedangkan semakin lambat shutter terbuka, maka cahaya yang terekam akan semakin banyak, sehingga gambar yang terekam akan menjadi berbayang atau berkesan bergerak/blur.

ISO

ISO adalah ukuran kepekaan Sensor terhadap Cahaya. Pada masa kamera Film dulu, ISO dikenal juga sebagai ASA.

Pada masa kamera film, media perekam cahaya adalah berada di Film. Sedangkan pada saat sekarang, di era kamera digital, perekam cahaya adalah berada di Sensor.

Angka pada ISO yang semakin besar mempunyai arti kepekaan terhadap cahaya semakin besar, dalam arti kata lain, dengan ISO tinggi maka akan dapat menangkap cahaya lebih banyak dalam cahaya minim dibandingkan dengan ISO rendah.

Dengan ISO tinggi, warna warna yang dihasilkan akan lebih kaya, karena kepekaan terhadap cahaya dari sensor tersebut dinaikkan sehingga akan lebih kaya akan warna.

Kelemahan dari ISO tinggi adalah timbulnya Noise. Noise bisa diartikan pecahnya gambar. Semakin tinggi ISO maka akan semakin banyak Noise yang dihasilkan pada foto.

Tiap kamera mempunyai kadar noise yang berbeda, hal ini dipengaruhi dari type sensornya, umumnya kamera yang menggunakan Sensor CMOS mempunyai noise yang lebih sedikit dari kamera yang menggunakan Sensor CCD. Kedua jenis sensor ini adalah jenis sensor yang umum digunakan pada kamera digital sekarang ini.

Merek kamera sejenis yang menggunakan sensor sama namun berbeda type juga mempunyai kadar noise yang berbeda. Sekali lagi, walaupun menggunakan sensor yang sama, kadar noisenya bisa berbeda. Untuk itu kenali kamera anda dan cari tau pada ketinggian ISO berapa kadar noisenya bisa dimaklumi.

Perpaduan antara ketiga faktor Diagfragma, Speed dan ISO iniah yang memegang peranan penting dalam hasil sebuah foto, bagaimana cara memadukannya, kita kan bahas pada posting berikutnya.

Sumber : Fotografer.Net dan http://edukasi.kompasiana.com/2010/09/06/teori-dasar-fotografi/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s