Melukis dengan cahaya

Posted: April 3, 2011 in lukisan dari cahaya, the immortal of conscience

Ketika pertama kali megang kamera, yang terfikir bagi saya hanyalah bagaimana mengabadikan sebuah moment dimana kita pernah berada pada suatu tepat dan nantinya hasil potret tersebut akan dijadikan semacam kenangan. Waktu itu saya juga gak pernah mikir bakal tertarik dengan dunia fotografi, saya melihat orang orang yang terlibat serius dengan dunia fotografi tersebut selalu dipanggil dengan nama ‘Tukang Foto’, sebuah panggilan profesi yang sangat tidak keren ditelinga.

Seiring perjalanan waktu saya akhirnya punya Pocket Kamera sendiri, dengan format digital tentunya. Soalnya kalo pake film kerasa buanget mahal operasional nya. Mulai dari mengabadikan moment moment yang saya anggap menarik hingga saya mulai berfikir untuk mengabadikan moment dengan hasil yang agak berbeda, dengan kata lain agak nyeni, sesuai dengan defenisi seni menurut pandangan saya tentunya.

Sampai akhirnya pada tahun 2009 ketika bertemu dengan seorang sahabat dari sahabat saya yang punya hobi Fotografi, saya bisa melihat ternyata dia bukan seperti ‘Tukang Foto’ yang saya bayangkan sebelumnya. Dengan perengkapan serta gear nya yang seabrek abrek saya mulai teracuni untuk mendalami dunia ini.

Perlahan tapi pasti uluran tangan Tuhan menghampiri saya, karena ditempat bekerja ada temen juga yang mau minjamin kamera nya buat dipake, sebuah kamera Prosumer LUMIX DMZ FZ20 yang lumayan bisa dieksplore untuk melihat dunia dari view finder yang berbeda dari pada pocket camera yang biasa saya miliki.

Saya pernah baca sebuah persepsi tentang fotografi, bahwa memotret itu sebenarnya sama seperti ibarat kita sedng melukis, dengan kanvasnya adalah berbentuk format digital dan tintanya adalah cahaya. Jadi memotret itu sama artinya dengan melukis dengan cahaya.

Saat ini efek racun fotografi ini makin parah dan menjadi jadi dalam aliran darahku, target selanjutnya adalah semua DSLR. Sekarang adalah masa masa orietasi tentang DSLR apa yang bakal saya pinang menjadi DSLR pertama dalam hidup… jiaaah… seperti milih istri, hehehe…. Doakan saja, remua rencana rencana saya kedepan bisa tercapai.

 

Salam.

 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s