Libya Korban Konspirasi

Posted: March 25, 2011 in Death end story, tale from the others

Setelah DK PBB mengeluarkan resolusi 1973. Militer Amerika Serikat (AS) bersama sekutunya Inggris, Perancis dll mengambil tindakan dan melancarkan serangan rudal membabi-buta terhadap sejumlah sasaran di Tripoli, ibukota Libya, menewaskan puluhan orang dan ratusan penduduk sipil tak berdosa. Sekutu mengklaim sasarannya lokasi-lokasi militer Libya, namun jatuhnya korban di pihak sipil tak dapat dielekkan membuat dunia  terperanjat, menangisi tragedi kemanusiaan itu.

Kondisi yang terjadi kemarin sungguh memprihatinkan dunia internasional. Masalahnya, AS dan sekutunya melakukan penyerangan dengan pesawat tempur canggih untuk melumpuhkan kamp militer Libya yang sebelumnya juga berupaya mengerahkan pesawat tempur menghajar sasaran para pemberontak di kawasan Libya timur, seperti Benghazi.

PBB memang sudah membuat resolusi yang menetapkan zona larangan terbang guna mendukung upaya pemberontak menggulingkan pemimpin Libya Moammar Khadafi. Dari yang tersurat, tujuannya untuk melindungi rakyat Libya dari gempuran pesawat tempur Sekutu.

Namun, hal itu bisa dinilai sekadar basa-basi karena faktanya, pesawat Sekutu pun melancarkan serangan membabi-buba sehingga sasarannya juga rakyat sipil Libya. Semakin banyak saja rakyat Libya menjadi korban (tewas) sejak terjadi aksi demonstrasi menentang Khadafi, beranjut pemberontakan hebat di sejumlah wilayah penghasil minyak itu, sampai akhirnya PBB dan AS beserta sekutunya campur tangan.

Lantas, apa bedanya pesawat tempur Libya memerangi pemberontak (anti-Khadafi) dengan pesawat serangan pihak AS dan sekutu yang juga menimbulkan begitu banyak korban di pihak rakyat sipil tak berdosa? Tetap saja korban mayoritas rakyat sipil di sana. Kalau Sekjen Liga Arab Amr Moussa menyesalkan tindakan militer ASdan sekutunya yang secara membabi-buta melakukan pengeboman terhadap warga sipil di Libya, hal itu sangat tepat.

Tapi, yang diperlukan oleh negara-negara Arab, khususnya rakyat Libya adalah segera dilakukan upaya perdamaian secara menyeluruh di Libya dengan mengedepankan hak-hak rakyat sipil. Artinya, negara-negara Arab harus bersatu memperjuangkan kedaulatannya dari campur tangan asing. Jangan seperti selama ini, Liga Arab tak ubahnya ‘’macan ompong’’ karena dapat dipecah AS dan sekutu.

Campur tangan AS dan sekutunya terhadap Libya bukan baru kali ini saja. Sudah banyak negara berdaulat yang menjadi korban tindak semena-mena atau perlakuan agresi sekutu terhadapn negara-negara yang dianggap tidak mau tunduk di bawah ketiak Sekutu.

Peristiwa perak Irak misalnya, kelihatan sekali kalau Sekutu ingin menjatuhkan Saddam Hussein dan menempatkan pemerintahan baru Irak sebagai boneka AS dan sekutu sehingga mudah diintervensi dalam bidang apa saja, apakah politik, ekonomi, hukum, sosial, budaya dll.

Tak pelak lagi, seperti halnya Irak dan banyak negara lainnya yang sudah menjadi korban, maka Libya pun menjadi korban dari skenario kejahatan atau penjajahan model baru dari yang namanya Zionis Global. Kalau Irak dituduh sebagai negara yang menyimpan peluru nuklir dan senjata kimia massal, tapi faktanya semua tuduhan itu omong kosong.

Ujung-ujungnya AS dan sekutunya mengincar ladang-ladang minyak Irak yang menghasilkan begitu banyak dolar. Dalam konteks Libya pun sama saja. Ladang minyak Libya yang begitu besar—produknya setingkat di bawah Arab Saudi– menjadi target sasaran Barat (Zionis Global).

Jadi, apa yang terjadi sekarang, di mana PBB menerapkan sanksi zona larangan terbang dan AS bersama sekutunya langsung melepaskan seratus rudal Tomahawk lewat armada kapal perang dan pesawat tempurnya, menurut analisis para pengamat merupakan trik untuk menggantikan pemerintahan Khadafi yang sudah berkuasa empat dasawarsa lebih. Tak pelak lagi, tujuan memberlakukan zona larangan terbang hanya jalan masuk untuk bisa menaklukkan Khadafi dan akhirnya menguasai ladang-ladang minyak Libya.

Saatnya, negara-negara Arab menyadari skenario busuk berupa kejahatan yang dirancang Zionis Global (AS dan sekutunya). Mereka tidak pernah senang dengan kemajuan dan kemakmuran yang dicapai negara-negara Arab, khususnya berpenduduk muslim. Mereka dengan mudah menggerakkan nafsu setannya untuk melakukan intervensi guna mengguncang rezim di negara-negara Arab yang sudah puluhan tahun berkuasa sehingga terjadilah aksi protes dan demo akibat kemunduran dalam demokrasi. Ujung-ujungnya, semua negara Arab, termasuk Arab Saudi pada suatu saat nanti– sekalipun selama ini terlihat ‘’adem ayem’’ akan terjadi pergolakan serupa.

Zionis Global yang dipimpin AS selalu mengampanyekan perlunya demokrasi dan perlindungan hak-hak warga sipil, namun dilakukan dengan cara-cara yang tidak demokratis, yaitu menggunakan cara-cara kekerasan seperti terjadi di Libya sekarang ini.

Sejumlah pengeboman dilakukan dengan target sasaran militer walaupun faktanya warga sipil paling banyak menjadi korban kejahatan Zionis Global. Korban sipil akan semakin parah mengerikan jika Khadafi nekat menjadikan rakyat tak berdosa sebagai tameng atau perisai hidup dengan mempersenjatai mereka melawan pasukan biadab, koalisi AS dan sekutu atau identik dengan kumpulan Zionis Global.(sumber)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s