Pandangan Negatif terhadap Gothic

Posted: March 16, 2011 in the immortal of conscience

Dalam setiap aspek kehidupan selalu bisa dilihat dari dua sisi yang berbeda, baik dan buruk. Sehingga tak jarang jika sebuah style yang memiliki trend yang bernuansa gelap mempunyai pandangan dengan sisi negatif yang lebih menonjol dari mata masyarakat pada umumnya. Bicara tentang Gothic, sebuah style yang bernuansakan abad pertengahan. Tak jarang orang hanya melihat sisi negatif nya saja. Gothic kebanyakan dianggap sesuatu yang disandarkan pada karakter abad pertengahan yang udah disebutkan di atas. Pada pengertian yang ketiga ini, gothic menjadi semacam simbol atau identitas yang disandarkan sama abad pertengahan.

Tetapi sisi yang paling menonjol adalah Gothic dijadikan istilah untuk menyebut genre fiksi yang menakutkan. Sebuah genre fiksi yang dicirikan dengan kesuraman, kemurungan dan kegelapan. Atau sering juga dengan alur cerita yang aneh atau sesuatu yang luar biasa plot yang memaparkan tentang kesendirian yang mencekam, seperti reruntuhan kastil atau bangunan lainnya. Selintas, penggambaran di film mungkin mirip horor seperti Count Draculla, Van Helsing, The Crow, Frankenstein, dan sebagainya.

Walau ada yang cenderung melihat perspektif Gothic itu sebagai gaya arsitektur bangunan yang muncul di abad pertengahan. Gaya ini berkembang di Eropa Barat antara abad ke-12 dan ke-15 yang dicirikan dengan bangunan berbentuk lancip menyerupai mata panah, dinding penopang yang mengambang dan langit-langit yang tinggi dan berbentuk kurva. Biasanya banyak ditemui di gereja-gereja katederal.

Masalahnya adalah, ketika gothic muncul sebagai sebuah subkebudayaan pada masyarakat modern dan banyak berkembang di usia remaja, yang kemudian banyak muncul adalah bukan dalam bentuk apresiasi sama gaya-gaya arsitektur abad pertengahan yang indah itu, tapi lebih banyak muncul dalam pengertian genre fisik yang menakutkan.

Gambaran tentang kesuraman, kemurungan, kegelapan, kesendirian dan hal-hal lain yang mencekam. Makanya tidak mengherankan jika orang kebanyakan memandang gaya hidup gothic ini biasanya lebih banyak mengedepankan suasana-suasana semacam ini. Walaupun sebagai pengusung gaya hidup Gothic yang paling jelas terlihat adalah para musisi dengan penampilan penampilan yang gelap, namun tidak semuanya mencerminkan hal seperti itu.

Saya sendiri sebagai penikmat musik dan aliran ini justru menganggap Gothic ini jauh lebih religius dan tidak memandang kehidupan ini sebagai apa yang ada di dunia saja. Memang pandangan orang negatif terhadap hal ini justru lebih tajam dari orang yang menilai para Gothess ini adalah penyembah berhala dan satanic. Saya  merasa nyaman dan memandang hidup jadi lebih bersemangat dalam alunan nada dan suasana Gothic, positif atau negatif nya tergantung dari kita yang menjalani.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s