RESOLUSI

Posted: January 27, 2011 in tale from the others

10 tips & tricks dalam membuat suatu resolusi yang diambil dari penulis sebuah buku yang berjudul Notes From Qatar, yang merupakan kumpulan tulisan Muhammad Assad yang biasa di posting di blog (www.muhammadassad.wordpress.com )

1. Baca “Bismillah” terlebih dahulu dengan penuh keyakinan. Sebelum membuat suatu resolusi, yakinkan dalam pikiran kita bahwa tahun 2011 ini adalah tahun yang penuh dengan kesuksesan. Awal dari kesuksesan adalah keyakinan. Semua pencapaian gemilang di dunia ini berawal dari sebuah pikiran dan keyakinan yang mendalam karena tidak mungkin mendapatkan kesuksesan tanpa adanya keyakinan dari orang yang menjalaninya.

Keyakinan yang mendalam harus dimulai dengan membaca “Bismillah”. “Bismillah” adalah sebutan/nama singkat dari lafadz “Bismillaahirrahmaanirrahiim” yg artinya “Dengan nama Allah Swt Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang”. Jadi kalau kita baca “bismillah” ya harus komplit bacanya ya seperti yang tertera di atas. Bismillah adalah ucapan dahsyat sebelum melakukan sesuatu pekerjaan.

Membaca “Bismillah” sangat sangat dianjurkan sebelum kita melakukan berbagai kegiatan karena akan mendatangkan keberkahan dan pertolongan Allah Swt. Rasulullah saw bersabda, “Setiap pekerjaan yg dimulai dg ‘bismillah’ akan mendapatkan keberkahan & pertolongan Allah Swt.” (HR. Bukhari dan Muslim)

2. SMART Oriented! Singkatannya adalah Specific (detail), Measurable (terukur), Achievable (dapat dicapai), Relevant (relevan), dan Time-bound (ada jangka waktunya).

Specific berarti kita menentukan suatu target resolusi yang spesifik dan jelas sejelas-jelasnya, misalkan kita punya resolusi beli rumah baru, maka tidak cukup kalau cuma “Saya mau beli rumah 2 tingkat.” Itu ga cukup! Tapi harus “Saya mau beli rumah 2 tingkat, seluas 1000 m2, di daerah Menteng, pagernya warna biru, bentuk minimalis, ada lapangan basket dan kolam renang di halaman belakang!” Nah ini baru cakep!

Measurable adalah fokus untuk menentukan suatu tujuan terukur yang dapat membantu kita memonitor apakah hal-hal yang sudah kita lakukan sudah sesuai dengan target resoulsi kita di awal. Kalau target resolusi kita abstrak dan tidak terukur, pastilah pencapaiannya juga tidak maksimal karena sulit menentukan titik keberhasilannya.

Achievable adalah berpikir rasional dalam menentukan resolusi. Misalkan, “Tahun 2011 pengen belajar renang dan paling enggak bisa 3 gaya: gaya kupu-kupu, gaya batu, dan gaya macan kumbang.” Ini cukup rasional. Tapi akan menjadi tidak rasional kalau langsung punya resolusi: “Tahun 2011 bisa belajar renang dan di tahun yang sama langsung jadi juara olimpiade!” Nah ini yang agak sakit hehehe..

Relevant ini kurang lebih sama dengan achievable dimana kita menentukan suatu resolusi dengan realistis dan melihat kemampuan diri sendiri secara jujur. Karena jika mempunyai suatu resolusi yang tidak relevan dan pada akhirnya kita tidak mampu mencapai resolusi tersebut, nanti kita sendiri yang akan stresssss…

Time-bound adalah mengukur suatu pencapaian dalam batas waktu tertentu. Setiap resolusi biasanya dalam jangka waktu setahun agar mudah dimonitor dan dilihat perkembangannya. Resolusi bisa jangka pendek ataupun jangka panjang. Untuk mempermudah mencapai resolusi jangka panjang, bagi rencana besar tersebut menjadi rencana-rencana kecil yang kongkrit.

3. Tulis semua resolusi dalam sebuah catatan. Kalau kita punya suatu resolusi, jangan cuma dikhayalin, tapi dicatat! Entah itu di selembar kertas, di buku diary, di laptop, di blog, atau di manapun tempat yang bisa menyimpan catatan kita. Fungsinya apa? Agar kita selalu melihat catatan tersebut dan secara tidak langsung akan menggerakkan diri untuk mencapai resolusi tersebut. Bukan tidak mungkin, hasil yang akan kita capai bisa sama persis dengan apa yang ditulis atau kalo ga ya paling beda-beda tipis.

Tulislah resolusi lalu temple di tempat-tempat yang sering kita lirik, misalkan di tembok, meja belajar, atau tempat tidur. Karena kalau cuma diingat-ingat, yakinlah dalam 3 hari berikutnya aakanh hilang dan kita sudah melupakan resolusi itu selama 362 hari berikutnya. Atau alternatif lain, tulislah resolusi kita di blog, facebook atau situs pribadi. Ketika semua orang tahu resolusi anda, ‘tekanan sosial’ yang tak nampak itu tentunya akan membuat kita secara tidak sadar menjadi gengsi jika gagal mencapainya akhir tahun nanti.

4. Visualisasikan resolusi. Inilah maksud dari poin ke-2 bahwa suatu resolusi harus jelas dan spesifik, karena akan lebih mudah untuk memvisualisasikannya. Allah Swt menciptakan otak yang sangat hebat. Saat kita membayangkan sesuatu di otak dan menghayalkannya, otak tidak bisa membedakan apakah sesuatu itu nyata atau hanya khayalan. This is the power of mind. If you think you can, then you can; if you think you can’t, you are right also!

Dengan memvisualisasikan suatu tujuan, otak kita secara tidak langsung akan menyusun proses dan langkah dari tindakan-tindakan kita. Saat saya menargetkan ingin membuat buku “NFQ”, saya sudah memvisualkan bagaimana desain covernya, siapa saja yang ingin saya mintakan untuk mengisi testimony, apa saja yang ada di dalam bukunya, dsb. Dan sangat amazing sekali, hampir lebih dari 80% sesuai persis dengan apa yang saya bayangkan di pertengahan tahun 2010. Perbedaan antara suatu tujuan dengan mimpi kita adalah hanya soal batas waktu!

5. Buat target yang realistis, tidak perlu banyak-banyak membuat resolusi, cukup 3-5 saja. Banyak orang yang saat membuat resolusi, mereka sangat bersemangat sekali, sampai berlembar-lembar kertas pun tak sanggup menampung semua rencana besarnya (agak lebay emang hehehe). Padahal, seharusnya jangan seperti itu. Buat resolusi itu tidak usah banyak-banyak, yang penting sedikit namun berkualitas! Asik ga tuh bahasanya? Hehehe..

Perjuangan itu harus dilakukan inchi demi inchi. Lakukan apa yang kita bisa lakukan mulai dari yang terkecil dan termudah. Kalau di daftar ada banyak rencana (misalkan 20 resolusi), cukup pilih 3-5 resolusi yang menurut kita paling penting dan paling berharga bagi hidup kita. Suatu resolusi yang bisa membawa dampak besar bagi kehidupan kita. Dengan hanya sedikit resolusi, pencapaian kita bisa lebih fokus dan terarah, dan peluang untuk berhasil juga lebih besar.

6. Buat daftar prioritas. Di tengah berbagai aktivitas yang membuat kita sibuk dan hanya memiliki sedikit waktu untuk mengerjakan ini dan itu, salah satu cara untuk menjaga agar resolusi kita bisa tercapai adalah dengan membuat daftar prioritas hal-hal yang harus dikerjakan setiap minggunya. Meskipun mungkin di awal tujuan kita tidak tercapai sesuai tenggat waktu yang telah ditentukan, terus tetapkan tindakan yang harus dilakukan dalam daftar tersebut hingga kita berhasil mencapainya.

7. Cari pengawas resolusi anda. Suatu resolusi akan lebih mudah tercapai jika kita punya “pengawas”, bisa teman, teman dekat, TTM, gebetan, pacar, suami/istri, anak, saudara, orangtua, atau anak tetangga depan rumah juga boleh hehe.. Pokoknya orang-orang yang dekat dan sehari-hari sering bersama kita. Beritahu mereka mengenai resolusi kita dan minta bantuan mereka untuk mengingatkan kalau kita sedang khilaf. Beritahukan kepada “sang pengawas” resolusi kita betapa kuat hasrat dan angan-angan kita untuk mencapai resolusi tersebut.

Lebih baik lagi kalau ternyata kita punya resolusi yang sama dengan mereka, sehingga bisa melakukannya bersama-sama. Misalkan kita dan sahabat punya resolusi yang sama, maka sang sahabat akan mengingatkan saat kita mulai “tergelincir” dari jalur kebenaran. Tapi hati-hati juga kalau  punya sahabat yang berbeda resolusi. Misalkan kita punya resolusi mau nurunin berat badan, sementara sahabat kita resolusinya naikin berat badan. Maka yang ada, dia bisa menjadi “setan” yang menggoda kita. Sang sahabat akan bilang, “Udah gapapa makan aja nih cokelat, enak banget lho! Dikit doang sih ga bakal bikin ndut!” hehehe..

8. Catat setiap keberhasilan, dan rayakan! Setiap kali kita berhasil mencapai suatu target dan sukses, segera catat pencapaian tersebut agar kita semakin bersemangat mengejar target berikutnya. Selain itu, kita juga bisa melihat kembali catatan tersebut saat sedang merasa malas atau tidak termotivasi sehingga akan lebih bersemangat saat mengingat bahwa kita pernah (dan bahkan mungkin sering) berhasil!

Setelah mencatat berbagai pencapaian yang telah diraih, selanjutnya adalah rayakan momentum keberhasilan tersebut, tentunya dengan cara yang wajar. Saya adalah orang yang terbiasa untuk merayakan suatu keberhasilan, sekecil apapun itu. Saya biasa merayakannya bersama keluarga dan orang-orang terdekat. Tujuannya agar lebih bersemangat lagi mengejar target berikutnya. Beri hadiah bagi diri sendiri jika berhasil, entah makan-makan atau pergi liburan sesaat untuk refreshing. Hadiah ini bisa menjadi salah satu motivasi tetap sepanjang tahun untuk terus berusaha mencapai resolusi kita.

9. Ciptakan lingkungan yang mendukung pencapaian resolusi anda. Kalau misalkan kita punya resolusi “Pengen lari pagi keliling komplek setiap hari!” Maka kita harus menciptakan suatu kondisi yang dapat mendukung untuk melakukan resolusi tersebut. Dimulai dari memasang alarm dari malam sebelumnya, bangun jangan kesiangan, siapkan baju dan sepatu olahraga, tambahin iPod untuk nemenin, dst. Dengan menciptakan kondisi seperti ini maka resolusi akan lebih mudah dicapai.

10. Menjalani resolusi dengan penuh komitmen. Ini dia yang paling susah nih hehe.. kalau buat resolusi sih biar 100 nomer juga pasti bisa, namanya juga impian, ga akan selesai-selesai. Tapi giliran menjalani dan menemui hambatan, langsung keok. Ketika kita mulai tergoda untuk menyerah dari keinginan untuk mencapai suatu resolusi, coba bayangkan bagaimana jika kita berhasil mencapai resolusi tersebut. Dreams what make us keep going!

Kegagalan adalah hal yang sangat wajar dalam bidang apapun, termasuk di saat mengejar cita-cita. Minimal kita akan gagal sekali, tapi jangan menyerah dan teruslah bergerak. Banyak orang yang tidak pernah berhasil menyelesaikan resolusinya karena mereka langsung menyerah setelah dua-tiga kali gagal, sesuatu yang disebut sebagai ‘what-the-hell effect‘. Kalau sejak awal kita sadar dengan kesalahan yang terjadi dan tetap berkomitmen, maka kita akan lebih cepat kembali fokus ketimbang berlama-lama murung dan bersedih menyesali diri. Ingatlah setiap tahap itu adalah perjalanan yang penting, termasuk kegagalan.

I have learned that, our greatest failure normally will be followed by the greatest triumph. Jangan khawatir jika kita mengalami kesusahan, karena pastinya setelah itu akan datang kemudahan dan juga kesuksesan yang jauh lebih besar. Ingat selalu kedua ayat ini jika sedang lemah, letih, lesu. Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. (QS. Al-insyirah: 5-6)

Sekian 10 tips & tricks dalam membuat suatu resolusi. Selamat berjuang dan bekerja keras untuk mencapai target-target resolusinya, semoga bisa tercapai semua ya! Tapi ingat, jangan terlalu stress juga, enjoy dikit lah, namanya juga hidup hehehe.. Ayo nyengir dulu semuanya!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s