Kembang Api

Posted: December 31, 2010 in Uncategorized

Siapa pun pasti tahu kembang api. Wujudnya yang cantik penuh warna itu mampu menghiasi langit malam menjadi terang benderang. Kita sering memainkannya, anak-anak menyukainya. Di pesta ulang tahun, pesta perayaan, konser musik, hingga perayaan malam tahun baru kemarin, kembang api kerap dinyalakan sehingga membuat suasana menjadi makin meriah. Namun, usut punya usut, banyak diantara kita yang belum mengetahui dari mana asal kembang api. Dari manakah sebenarnya kembang api berasal? Ternyata ia berasal dari Cina.

Ada sebuah legenda di balik penemuan kembang api Cina kuno. Dikatakan bahwa suatu hari seorang koki dengan tentara Cina campuran bahan tiga dapur umum, sendawa (KNO3), belerang dan arang. Dia menjatuhkan bahan-bahan ini secara tidak sengaja ke dalam api dan ini menghasilkan nyala api berwarna-warni. Ini membuatnya gembira dan ia mencoba membakarnya di rebung tertutup. Hal ini mengakibatkan ledakan yang sangat besar. Dengan demikian, petasan dasar lahir. Bubuk hitam kasar ini yang merupakan campuran kembang api kuno dinamakan sebagai “huo yao” (api kimiawi) oleh Cina.
Ledakan yg sangat besar tersebut membuat kaget para warga. Orang-orang Cina berpikir bahwa jika makhluk hidup banyak yang takut pada ledakan, mungkin akan menakut-nakuti roh – khususnya roh jahat bernama Nian, yang mereka percaya memakan tanaman dan orang. Setelah itu, menjadi adat bagi mereka untuk melemparkan bambu hijau ke api selama Tahun Baru Imlek dalam rangka untuk menakuti Nian dan roh-roh lain agar menjauh, sehingga menjamin kebahagiaan dan kemakmuran mereka untuk sisa tahun ini. Tak lama kemudian, orang Cina menggunakannya untuk acara-acara khusus lain, seperti pernikahan, penobatan, dan kelahiran.
Ada lagi legenda yang melekat pada cina kuno mengenai penemuan kembang api . Orang Cina kuno memiliki keinginan untuk menjadi abadi dan mereka berusaha keras untuk menemukan emas yang dipercaya akan membuat mereka abadi. Hal ini melahirkan cabang kimia yang disebut Alkimia. Para ahli kimia mencoba untuk memperbaiki dasar pasir dan bijih besi menjadi emas dan sebuah obat ajaib yang tidak akan pernah membusuk. Para ahli kimia obat mujarab disajikan kehidupan kepada Kaisar Jing (457 SM-221 SM). Mereka menerima banyak dukungan dari Sui dan Dinasti Tang (581-907 M). Tapi mereka kehilangan penting di Dinasti Song (960-1271 M) dan menghilang selama Dinasti Yuan (1271-1368 M).
Banyak juga cerita yang menyebutkan biarawan Cina bernama Li Tian Liu Yang di propinsi Hunan sebagai penemu kembang api Cina kuno. Cina merayakan penemuan kembang api pada 18 April dan mempersembahkan korban kepadanya. Sampai saat ini, Liu Yang merupakan wilayah utama yang menghasilkan kembang api. Legenda, Li Tian memicu tabung bambu diisi dengan bubuk mesiu dan suara keras untuk menyingkirkan hantu naga yang jahat yang menghantui kaisar Li Shiming di Dinasti Tang. Dengan demikian, orang-orang bernama Li Tian sebagai pendiri petasan.
Cerita lain klaim, bahwa selama periode Zhenguan Dinasti Tang, di sebelah timur Provinsi Hunan terkena banjir dan kekeringan setiap tahun. Li Tian berangkat dengan membawa kembang apinya di daerah tersebut dan menghalau kejahatan. Setelah ini, orang-orang tinggal dan bekerja dengan kemakmuran. Orang-orang dari Dinasti Song (980-1271 M) mendirikan sebuah kuil untuk menyembah Li Tian.
Juga ada versi lain yaitu konon, para prajurit Cina zaman dahulu merasa bosan. Mereka bingung apa yang harus dilakukan ketika sedang istirahat panjang. Iseng-iseng, di waktu malam ada salah satu prajurit yang menembakkan senjatanya ke udara. Senjata yang mirip meriam itu pun mengeluarkan isinya dan membahana di langit mengeluarkan cahaya api. Bummm… Bummm… menyala terang.Walau ledakan senjata itu tidak memiliki warna sebagaimana kembang api jaman sekarang yang membentuk motif bunga berwarna-warni, para prajurit menyukainya. Hal itu akhirnya menjadi hiburan tersendiri. Mereka sering melakukannya hanya untuk sekedar menghibur diri dari kejenuhan dan rutinitas. Wah, mahal biayanya ya… 

Lambat laun, kebiasaan itu ditiru oleh orang-orang di negeri lain. Sejak saat itulah, orang mulai mengenal yang namanya kembang api. Kini kembang api dikenal sebagai simbol kegembiraan dan keceriaan. Pertunjukkan kembang api pun tak bisa lepas dari perayaan atau pesta-pesta besar yang melibatkan banyak orang. Di pelosok dunia hingga negeri kita tak luput pula mempertontonkannya terutama pada malam pergantian tahun, tahun baru.

Lalu, apakah yang ada di dalam kembang api? Terbuat dari apakah kembang api itu? Kalau dilihat dari bahan dasar pembuatnya, kembang api adalah benda yang sederhana. Sebuah kembang api hanya terdiri dari empat bagian saja, yaitu bahan bakar, alat oksidasi, bubuk besi atau baja, dan bahan pengikat yang terbuat dari gula atau kanji yang dibungkus kertas.

Walaupun sederhana, ternyata praktek pembuatannya cukup rumit dilakukan. Sebab hampir setiap bagiannya harus diolah secara kimiawi. Selain itu, bahan bakar dan alat oksidasi juga harus diseimbangkan sedemikian rupa agar menghasilkan kembang api yang terbakar secara perlahan-lahan. Salah sedikit saja ketika meramunya, kembang api tidak bisa terbakar atau malah dapat meledak dengan cepat seperti petasan. Nah, mau bikin kembang api apa petasan?

Kalau kita amati pada malam tahun baru yang lalu, pasti banyak perayaan sambil pesta kembang api yang berwarna-warni. Untuk membuat bunga langit yang beraneka warna itu, so pasti bukan perkara yang mudah. Sekalipun sudah dikenal beratus-ratus tahun silam, kembang api hanya berwarna oranye atau kuning saja. Bentuknya pun sangat sederhana bahkan tidak menarik sama sekali.

Awal tahun 1900-an, melalui beragam percobaan dengan mengkombinasikan isi, barulah para peneliti berhasil membuat warna hijau dan merah. Untuk mendapatkan warna biru dan ungu kita harus menunggu hingga puluhan tahun lamanya. Dan beberapa warna seperti seperti biru terang dan hijau laut masih sulit didapatkan. Walau demikian, Seiring dengan perkembangan jaman, tentu kita tidak akan sulit lagi melihat aneka macam warna dari kembang api menyala di angkasa.

Sebenarnya, kembang api bukanlah mainan anak-anak. Jika tidak tepat menggunakannya, kembang api bisa membahayakan baik bagi diri sendiri, orang lain dan lingkungan di sekitar kita. Namanya saja kembang api, tentu mengandung unsur api yang dapat membakar apa saja. Sebuah pabrik kembang api pun dapat terbakar musnah jika ada yang salah dalam pembuatannya, atau karena keteledoran satu orang saja mampu menghanguskan penghasilan seluruh karyawan pabrik kembang api.

Sekarang ini, kembang api dapat diperoleh dengan mudahnya. Apalagi menjelang tahun baru masehi, banyak orang menjual kembang api dengan berbagai macam bentuk dan warna. Harganya pun bervariasi, dari yang murah sampai ke yang mahal. Siapa saja pasti suka kalau kembang api menyala dan memperlihatkan keindahannya.

Tapi, biar bagaimanapun senang dan sukanya kita, tetap saja main kembang api dapat menghabiskan uang. Terlebih kalau kembang api yang akan dinyalakan itu harganya mahal. Coba kita perhatikan, berapa biaya untuk satu perayaan yang memerlukan ratusan kembang api. Namun begitu, banyak orang rela mengeluarkan ongkos untuk membakar habis kembang api karena ia memang indah dan asyik.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s