Handphone saya gak gaul…

Posted: September 14, 2010 in the road

Suatu ketika saat saya masih nyambi jadi seorang pelayan toko disebuah toko Elektronik dan Furniture, yang kebetulan juga menjual beberapa jenis Handphone,  saya mendengar permintaan seorang anak yang masih duduk dibangku SMA minta dibeliin Blackberry sama orang tuanya… si anak merengek dan merajuk terus hingga akhirnya si bapak karena sayang sama anak luluh juga dan membeli sebuah Blackberry yang paling murah waktu itu seharga Rp. 3,2 juta, tapi yang mengejutkan bagi saya adalah si anak menolak model yang dibeliin oleh bapaknya, malah semakin merajuk… katanya daripada model itu mendingan gak usah dibeliin, karena teman temannya udah banyak yang pake, dia mau yang lebih gaul… sambil menyebut sebuah Blackberry yag berharga sekitar Rp.6 jutaan….

Saya waktu itu dan sampe sekarang juga gak ngerti apa yang ada dalam pikiran si anak, apakah saya yang aneh dan gak gaul atau si anak itu dan kebanyakan teman teman saya yang lain yang benar, bahwa memilih gadget atau Handphone haruslah berdasarkan gaul atau tidaknya, bukan fungsinya.

Saya pernah membaca bahwa tahun 2009 yang baru lalu di Indonesia merupakan tahunnya Blackberry. Smartphone buatan RIM yang berasal dari Kanada ini begitu mendominasi penjualan ponsel di Indonesia. Toko-toko yang khusus menjual Blackberry semakin banyak didirikan, RIM pun secara resmi menempatkan perwakilannya di Indonesia, Indonesia menjadi negara dengan pemakai Blackberry terbanyak di dunia, hampir semua operator telepon selular menyediakan paket Blackberry messaging dan internet services, dan pemakai Blackberry dapat ditemui di mana saja: kantor, sekolah, mall, pasar, lift, jalanan, bis, angkot, dan banyak lagi.

Apa istimewanya Blackberry sehingga sampai menimbulkan “kehebohan” sedemikian besar, terutama di Indonesia? Catat sekali lagi: di Indonesia. Ya, Indonesia. Di negara-negara lain Blackberry memang sedang naik pamor juga, tapi pertumbuhannya tidaklah sedahsyat seperti di Indonesia. Ini mengingatkan pada beberapa tahun lalu di mana Indonesia pernah menjadi pemakai terbanyak smartphone seri Communicator dari Nokia, di dunia. Posisi Communicator Nokia sekarang digantikan oleh Blackberry. Situs berita seperti CNN pun sampai menyebut Indonesia sebagai rajanya Blackberry.

Kadang-kadang heran juga, kenapa Indonesia yang katanya masuk negara berkembang malah cenderung ke miskin tapi perkembangan gadget yang notabene bukan kebutuhan primer bisa sampai sebegitu hebatnya, dan lebih gilanya lagi bukan pada segmen handphone  kelas menengah ke bawah tapi lebih pada handphone yang dikategorikan dalam kelas bisnis. Nokia Communicator sebenarnya adalah smartphone yang pangsa pasarnya adalah para pebisnis yang sibuk dan mobile, tapi di lapangan − di Indonesia − pemakainya bisa saja berasal dari kalangan pelajar, pembantu, cewek-cewek “ABG”, cewek-cewek “gaul” yang gak mau disebut ketinggalan jaman. Fitur yang dipakai? Pada jaman itu tentu saja sebagian besar hanya SMS dan telepon saja. Fitur-fitur kantoran? Cuma penghias aja kan?

Demikian juga dengan Blackberry. Smartphone yang punya keunggulan pada fitur push email dan messaging ini semula ditujukan untuk kalangan pebisnis yang super sibuk dan perlu untuk membuka/membalas email kapan saja dan pada saat mobile. Di Indonesia? Yakinkah Anda bahwa para ABG “gaul” yang gak mau dibilang gak ikut trend itu perlu fitur seperti itu? Para pelajar SD, SMP, SMA itu apa sangat perlu email yang real time? Para cewek yang rajin nongkrong bergerombol di mall itu perlu jugakah? Mereka memang “perlu” memiliki Blackberry karena teman-teman satu “geng”-nya semua memakai Blackberry, kalau hanya satu orang dari kelompok tertentu itu belum memakai Blackberry, mungkin istilahnya mereka bilang “gengsi dong”. Ibu-ibu arisan? Ya sama saja: “yang lain udah pakai Blackberry, masa saya belum punya sih Pa?”, mungkin itu yang mereka bilang ke suami masing-masing.

Dari pengamatan secara visual − di mall, kantor, pasar, bis, angkot, dll. − hampir bisa dipastikan bahwa pemakai Blackberry − di Indonesia − lebih dari 70% adalah wanita. Masuk akal, karena jenis kelamin ini paling mudah terpengaruh oleh trend. Yang penting penampilan, fitur gak tahu cara makainya itu urusan belakangan. Golongan kedua terbanyak mungkin adalah pria tetapi bukan dari kalangan pebisnis, lebih kepada pria yang sangat menjaga penampilan: pakaian rapih (kadang terlalu rapih) dan segalanya selalu trendy. Barulah mungkin mereka yang memang sangat membutuhkannya untuk mendukung pekerjaan pada kelompok paling akhir. Ini subjektif  ya, hanya berdasarkan pengamatan.

Saya pernah baca di suatu majalah yang membahas teknologi selular bahwa menurut survey yang dilakukan oleh majalah itu, fitur paling banyak yang digunakan oleh para pemakai Blackberry adalah facebook, chatting dan messaging. Lha, push mailnya mana? Entahlah…  hehehe….. Itulah para “gadgeters” Indonesia (kebanyakan): yang penting ikut trend! Padahal kalau hanya sekedar ber-Facebook, atau sekarang ber-Twitter, itu bisa dilakukan dengan ponsel apa saja − tidak harus smartphone atau Blackberry − asalkan ponsel tersebut bisa terkoneksi ke internet.

Disisi lain, bagi yang gak sanggup untuk memiliki Blackberry melirik sebuah alternatif yang lebih murah yaitu handphone china, seperti diketahui bahwa desain handphone China kebanyakan meniru − secara fisik − desain ponsel dari merk ternama. Dengan boomingnya Blackberry di Indonesia, maka tidak heran jika semua handphone China kemudian meniru desain Blackberry, atau lebih jelasnya adalah memiliki keyboard QWERTY. Sebagian besar handphone China yang beredar dari tahun 2009 hingga sekarang  memiliki keyboard QWERTY dengan sebagian besarnya meniru desain Blackberry.

Terakhir saya minta maaf, bukan berarti melalui tulisan ini saya tidak menyukai Blackberry atau tidak suka dengan brand Handphone dari china, saya hanya melihat sebuah trend yang menjadi demam pada kebanyakan pemakai handphone, yang terkadang dipaksakan dan tidak sesuai dengan kebutuhan yang sebenarnya.

Diambil dari berbagai sumber dan hasil googling, salah satu nya di sini.

Comments
  1. Wah artikel yang bagus…. Panjang dan orisinil ya? sebuah Opini yang bagus mengenai keadaan negeri ini

  2. Ypz yupz,,,, nice posting guys….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s