Peta Piri Reis dan UFO

Posted: May 28, 2010 in we are not alone, masih ada kehidupan lain diluar sana..

Cerita mengenai keberadaan dari piring terbang dan manusia-manusia dari luar angkasa sendiri sebenarnya sudah dikenal jauh sebelum teknologi modern manusia dicapai misalnya dongeng-dongeng mengenai kerajaan Atlantis atau juga kisah mengenai kepahlawanan Hercules yg akhirnya kembali kelangit bersama ayahnya Zeus setelah menyelesaikan tugas dibumi tidak bisa dianggap hanya sekedar cerita pengantar tidur bangsa Yunani kuno bahkan cerita keperkasaan Gatot Kaca dalam wayang purwa yg memiliki baju terbang bernama “Kotang Antakusuma” dan helm “Basunanda” lengkap dgn sepatu pelindung “pada kacarma” juga menjadi suatu teori tersendiri oleh sejumlah peneliti masalah piring terbang.

Yves Naud dalam bukunya berjudul Peninggalan Masa Lampau yg misterius dan UFO dan Erich Von Daniken dgn bukunya Adakah makhluk lain dari angkasa luar memberikan kehadapan kita banyak sekali data-data yg memastikan mengenai apa yg telah disampaikan oleh ayat-ayat al-Qur’an. Bahkan menurut Yves Naud berdasarkan penelitiannya yang panjang, teknologi yg pernah dicapai oleh nenek moyang manusia jaman dahulu kala jauh melebihi apa yg sudah dicapai oleh manusia modern sekarang ini.

Hal ini dibuktikannya dgn keberadaan Peta Piri Reis yg merupakan suatu peta dgn rancangan ilmu geografis sangat akurat Konon pada awal abad ke delapan belas di istana Topkapi Turki ditemukan peta-peta kuno. Peta itu adl milik seorang perwira tinggi Angkatan Laut Turki Laksamana Piri Reis. Dua buah atlas yg disimpan di perpustakaan negara di Berlin yg memuat gambar yg tepat dari laut Tengah dan daerah sekitar laut Mati juga berasal dari Laksamana Piri Reis ini. Semua peta ini telah diserahkan kepada Arlington H. Mallerey seorang Kartograf Amerika utk diteliti. Mallerey memperkuat fakta yg luar biasa bahwa semua data geografi terdapat pada peta-peta itu tetapi tidak digambar pada tempat yg semestinya. Ia minta bantuan dari Walters seorang kartograf dari Biro Hidrografi Angkatan Laut Amerika Serikat. Mallerey dan Walters bersama-sama menyusun suatu skala dan mentransformasikan peta itu menjadi bola dunia. Mereka membuat penemuan yg menggemparkan.

Petanya memang cermat bukan hanya mengenai Laut Tengah dan Laut Mati saja melainkan pantai-pantai Amerika Utara dan Selatan bahkan garis-garis tinggi Permukaan Samudra Antartika pun dilukiskan dgn persis sekali pada peta Piri Reis itu. Peta itu bukan hanya memproduksikan garis besarnya benua-benua melainkan juga topografi dari daerah-daerah pedalaman. Pegunungan puncak gunung pulau sungai dan dataran tinggi; semuanya digambarkan dengan ketepatan yg luar biasa.

Dalam tahun 1957 peta-peta itu diserahkan kepada Jesnit Lineham yg menjabat direktur dari Weston Observatory merangkap juru potret pada Angkatan Laut Amerika Serikat. Setelah memeriksanya dgn cermat Lineham pun hanya dapat memperkuat ketepatannya yg fantastis itu bahkan sampai mengenai daerah daerah yg di masa sekarang jarang sekali dipelajari. Yang paling menonjol ialah bahwa pegunungan di Antartika yg baru ditemukan pada tahun 1952 dalam peta Reis telah terdapat. Pegunungan itu telah tertutup oleh es beratus-ratus tahun lamanya. Peta kita sekarang dibuat berdasarkan hasil pemetaan dgn menggunakan alat-alat gema suara. Penyelidikan terakhir yg dilakukan oleh Profesor Charles. H. Hapgood dan ahli matematika Richard W. Strachan telah memberikan informasi yg lbh mengherankan lagi. Setelah diadakan perbandingan dgn hasil pemotretan bulatan dunia kita yg di lakukan secara modern dari satelit perbandingan itu menunjukkan bahwa peta aslinya dari Piri Reis itu pasti telah dibuat berdasarkan hasil pemotretan dari udara dgn ketinggian yg jauh sekali.

readbud - get paid to read and rate articles

Jika kita bayangkan sebuah kapal ruang angkasa terbang diam di atas Kairo dan membidikkan kameranya lurus ke bawah setelah filmnya dicuci maka akan terdapat gambaran ini; segala sesuatu yg ada dalam radius kira-kira 5.000 mil dari Kairo akan direproduksikan secara tepat krn semuanya ada di bawah lensa. Tetapi negara-negara dan benua-benua di luar radius itu akan berubah reproduksinya dari keadaan sebenarnya. Semakin jauh pandangan kita dari titik pusat gambar semakin banyak penyimpangan atau perubahan gambarnya. Mengapa ini semua? krn bumi ini berbentuk bulatan benua-benua yg jauh dari titik pusat seolah tenggelam ke bawah. Negara Amerika Selatan misalnya tampaknya berubah dgn janggal sekali pada ukuran memanjangnya persis seperti perubahan pada peta Piri Reis ! Dan juga persis seperti hasil-hasil pemotretan yg dilakukan satelit buatan dari Amerika.

Bagaimana kita bisa menjelaskan hal demikian itu bagaimana mungkin nenek moyang kita mampu membuat peta seakurat ini dgn pengetahuan mereka yg konon menurut buku-buku sejarah masih dalam taraf hidup didalam gua dan mengembara ? Tidakkah teori yg menyatakan bahwa nenek moyang manusia sebenarnya pernah mencapai kemajuan dibidang ilmu dan teknologi canggih sebelum akhirnya melalui sebuah banjir besar telah melemparkan manusia kembali kejaman batu bisa diterima ?

Dalam Al-Qur’an disebutkan : Dan orang-orang yg hidup sebelum mereka sekarang ini telah pernah mendustakan Kami padahal mereka yg ada sekarang ini belum sampai pada sepersepuluh yg pernah Kami berikan kepada mereka dahulu kala. – Qs. 34 Saba’ : 45

Comments
  1. Hartchenko says:

    Yess..
    Pertamax…

    Ulasan ini keren mas..
    Gatot kaca, mungkin juga ya!!
    Kita menganggap Alien lebih canggih dan lebih Maju dengan piring terbangnya..
    dan apakah ada di Galaxy lain di luar sana ada juga penghuni yang masih dibawah orang bumi dlm hal pengetahuan dan etc…
    Wawlohualam…

  2. adin says:

    Ulasan yang sangat menarik…tapi apa benar jika manusia pernah memasuki masa batu purba seperti dalam film2?

  3. peachock says:

    makasih😀

  4. misteri says:

    x de zaman batu…logam dan laen2…sume itu rekaan barat

    zaman nabi sulaiman lagi da ader lantai yg dibawah nyer terdapat air mengalir…

    teknologi apekah itu?zaman batu?zaman logam?

    bleh pikir la

  5. Cahyo says:

    Tulisan yang menarik…🙂. Kalau boleh saya komentar, Piri Reis hidup di abad ke 18 bukan di zaman batu/gua. Ia adalah seorang kartografer atau pembuat peta di Kerajaan Utsmani dan peta bikinannya itu dibuat berdasarkan peta Colombus. Bentuk Peta Piri Reis yang seperti dipotret dari atas itu menurut saya menunjukkan cara menggambar peta zaman itu (abad ke 18) yaitu menggunakan garis proyeksi. Dan memang Piri Reis bertugas di Mesir sehingga pusat proyeksinya adalah Mesir/Cairo. Itulah mengapa semakin jauh posisi daerah dari Cario semakin bergeser posisi geografisnya. Jadi menurut saya, Peta Piri Reis bukan menunjukkan UFO tetapi menunjukkan kemajuan Kerajaan Utsmani di zaman itu sejajar dengan negara-negara Eropa utama masa itu, misal Spanyol. Ini dibuktikan dengan kehandalan pembuat petanya, Piri Reis yang membuat peta dengan akurat. BTW salam kenal, saya juga penyuka cerita misteri🙂

  6. nugi234 says:

    MEGATRON …. ? TRANSFORMERS…. ? DECEPTICON ?

  7. sweet manggos says:

    alien.., UFO…, teknologi masa silam…
    kemungkinan itu ada…..
    hanya saja kebanyakan orang hanya percaya pada apa yang bisa ia lihat atau pada apa yang telah di ajarkan oleh nya….

    itulah makanya banyak orang gak percaya akan ada nya UFO atau Alien….
    yang notabene belum pernah ia lihat…
    tapi ingat.., kita juga gak bisa bilang semua itu gak ada..
    jika kita lihat, betapa maha luas jagat raya…jika hanya di bumi saja yang ada kehidupan.., apa itu gak mubazir…, sementara Allah paling membenci sifat mubazir…..
    sudah hakikat manusia bersifat picik…, itu juga sebab nya manusia gak bisa menerima kalau teknologi masa lalu itu lebih maju dari manusia moderen saat ini…
    seperti yang dikisahkan dalam Al-Qur’an.., bahwa Nabi Sulaiman As memiliki istana berdinding emas dan berlantai kaca/kristal yang mengalir air di bawah lantai nya….
    hal yang belum tentu bisa di lakukan dengan teknologi kita saat ini…

    berfikirlah bijak…., kita gak pernah tau apa yang ada di luar sana.., sama halnya kita tak pernah tau apa yang terjadi di bumi pada masa sejarah ribuan bahkan puluhan ribu tahun yang lalu…

    dalam Al-Qur’an (yang aku lupa surat dan ayat nya) Allah berfirman yang artinya begini : sesungguh nya Allah menciptakan sesuatu yang kamu (manusia) tidak tau….

    Seharus nya ini jadi pelajaran buat kita…, betapa dangkal pengetahuan kita jika di bandingkan dengan pengetahuan Sang Pencipta Alam Semesta…

    Allahu ‘alam…..

  8. sutopo_hk says:

    Sultan Abu Bakari I melakukan eksplorasi di Amerika tengah dan utara dengan menyusuri sungai Mississippi antara tahun 1309-1312. Para eksplorer ini berbahasa Arab.

    Dua abad kemudian, penemuan benua Amerika diabadikan dalam peta berwarna Piri Re’isi yang dibuat tahun 1513, dan dipersembahkan kepada raja Ottoman Sultan Selim I tahun 1517. Peta ini menunjukkan belahan bumi bagian barat, Amerika selatan dan bahkan benua Antartika, dengan penggambaran pesisiran Brasil secara cukup akurat.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s