Bushido = Jihad ??

Posted: April 23, 2010 in The Budo..

Gue posting ini dari http://kalipaksi.com/2007/06/16/bushido-jihad/, gue sangat sependapat dan setuju dengan ini, gue posting ulang karena gue sangat suka dengan tulisan ini… sebuah jalur yang baik menuju kedamaian, sebagai seorang muslim yang mempelajari aikido yang berlandaskan bushido….

“Budo selalu berlandaskan keyakinan agama,” begitu kata Sensei Inaba, seorang master kenjutsu aliran Kashima Sin-ryu dan aikido pada Kuil Kashima, yang disampaikan melalui seorang teman lama kepada saya. Kuil itu merupakan kuil resmi Kekaisaran Jepang. Para master di dalamnya adalah para master beladiri asli Jepang pilihan Kaisar.

Budo, adalah jalan hidup para Samurai dan ksatria Jepang ketika negara ini masih berada pada era Samurai. Budo adalah jalan ksatria yang lebih menonjolkan aspek perdamaian dan kemuliaan budi pekerti. Suatu ketika, Sensei Inaba bertanya kepada teman saya itu tentang Islam. Oleh karena berhadapan dengan seorang bushido, teman saya yang master aikido dan muslim itu pun menjelaskan bahwa dalam seni dan prinsip berperang Islam, wanita, anak-anak, dan orang yang sudah renta tidak diperkenankan untuk dibunuh. Juga, tidak boleh membunuh binatang, menghancurkan tanaman dan seterusnya.

Teman saya itu juga bercerita tentang kisah Ali bin Abi Thalib yang urung memenggal kepala seorang lawan tandingnya dalam perang lantaran wajahnya diludahi. Ceritanya, ketika Sayyidina Ali akan memenggal kepala musuhnya itu, pemuda itu meludahi wajahnya. Pedang yang sudah terayun pun urung ditebaskan.

“Mengapa engkau urung membunuhku,” kata pemuda yang menjadi lawan Ali. “Tadi aku akan membunuhmu karena agamaku, tapi setelah engkau meludahi wajahku aku khawatir jika aku membunuhmu karena dendam kepadamu karena engkau meludahiku,” jawab Ali. Mendengar kisah itu, Sensei Inaba langsung bereaksi. “Itulah budo,” tegas Inaba.

Inaba juga sangat terkesan dengan kisah “The Desert Lion from Lybia” Umar Mukhtar yang berjuang atas dasar keyakinannya melawan tentara pendudukan Italia. “Dia adalah seorang bushi,” kata Sensei Inaba menyimpulkan.

Dalam kaca mata Sensei Inaba, sikap bushido (wariorship) merupakan sesuatu yang membedakan seseorang sebagai seorang bushi (ksatria) dan petarung biasa. “Seorang bushi bertarung atas nama jalan hidup yang diyakininya, bukan atas dasar emosi,” kata Sensei Inaba.

Pemahaman Sensei Inaba akan budo sangat tinggi. Dalam setiap ritual penghormatan sebelum sesi latihan dimulai, Sensei Inaba selalu mempersilakan para muridnya untuk melakukan ritual penghormatan sesuai ajaran agamanya masing-masing. Oleh karena itu, suatu ketika sebelum berlatih bersama Sensei Inaba, bentuk ritual yang dilakukan teman saya yang muslim itu adalah dengan melakukan shalat sunnat dua raka’at.

Akhirnya, bisa disimpulkan bahwa terdapat benang merah antara bushi dan mujahid, antara bushido dan jihad. Atau sebenarnya makna masing-masing padanan kata itu sebenarnya sama. Yang membedakan hanya bahwa “bushi” dan “bushido” adalah kata dari bahasa Jepang sedangkan “mujahid” dan “jihad” kata dari bahasa Arab. Lalu jika begitu bisakah disimpulkan bahwa budo para mujahid adalah Tuhan?

Comments
  1. o_ne says:

    that’s cool stuff….🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s