The Owl and The Dead Boy

Posted: January 4, 2010 in Death end story

Sebuah mimpi yang membuat gue terbangun jam 3.15 dini hari..
The Owl : Gue sudah capek, nggak akan mungkin bisa bangkit seperti dulu lagi.
The Dead Boy : Lo pikir buat apa lo diberi umur yang lebih panjang dari gue ? buat menyerah ?
The Owl : Tapi capek sekali bro… semua yang gue lakukan sekarang semuanya salah…
The Dead Boy : Salah atau tidaknya hanyalah masalah pandangan, mana semangat mu ?
The Owl : sudah lama mati…
The Dead Boy : Mati ? gue tidak menemuinya di alam gue, artinya semangat lo masih hidup…
The Owl : tapi sudah tidak pernah ada lagi datang, bahkan jejaknya pun tak berbekas..
The Dead Boy : dia ada, disuatu tempat direlung hatimu… dekat sesuatu yang namanya cinta.
The Owl : Bullshit !!! don’t talk about love bro…
The Dead Boy : Hahaha… karena itulah lo tidak menemukan semangat mu lagi adik ku…
The Owl : so.. what should I do now ?
The Dead Boy : Listened to your heart, watch someone that make your heart feeling special… hehehe..
The Owl : No one, bro… pintu itu sudah tertutup lama..
The Dead Boy : gue bisa lihat apa yang nggak lo lihat bro… trust me..
The Owl : nggak mungkin bro… dan..
The Dead Boy : jangan banyak alasan lagi… trust me, I have to go now..
The Owl : Tunggu Bro, jangan pergi dulu…
The Dead Boy : See you next time bro…

The Owl is me, and The Dead Boy is my brother that I never see him, cause he died before I born.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s