Dalam sebuah badai

Posted: December 14, 2009 in the immortal of conscience


Tengah malam, gelap gulita, diatas sebuah kapal, ditengah lautan…
Perlahan tapi pasti angin yang tadinya berhembus semilir berubah menjadi semakin kencang…
Ombak yang tadinya memantulkan cahaya romantisme cinta dari kapal mendadak menampakkan seringainya ditengah kegelapan malam.

Semua tawa dan ceria berubah menjadi senyap… hanya deru angin yang makin mengeras.
Riak riak kecil canda ombak yang tadi berirama berubah perlahan seakan menjadi bukit besar yang siap runtuh dan menerkam siapapun yang ada dikakinya…

Sekarang, dimana euforia yang tadi ada ?
Kemanakah perasaan nyaman yang tadi bergelora ?

Sekarang semua hanya berfikir, apakah ini adalah akhir hidup nya ?
Apakah akan mati ditengah lautan tanpa ada kuburannya ?
Apakah nanti semua ini masih ada yang tersisa ?

Sekarang jeritan kepanikan mulai tiba…
Semua berusaha menyelamatkan diri sendiri tanpa peduli taman, kekasih ataupun keluarga.

Mungkin ada satu atau dua yang tetap tenang dan waspada
akan maut yang sebentar lagi akan menyapa.
Yang selalu mempersiapkan diri nya untuk hal terduga seperti ini.
Lautan pun adalah bumi sang pencipta.
Dimanapun kita diambilnya, disanalah tempat terakhir kita…

Hingga sepasang ombak muncul dari arah yang berlawanan.
Mengapit kapal dari kanan depan dan sebaliknya…
Limbung… berputar putar sejenak… patah…
and all the story end…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s