Aikido dan Meditasi Lintas Agama

Posted: December 2, 2009 in The Budo..

Ini adalah surat yang diposting pada web nya Aiki Kenkyukai, sudah cukup lama suratnya tertanggal 11 juni 2007, namun ada baiknya gue posting ulang disini buat nambah wawasan dan bagi yang belum baca biar bisa baca…

Dear Sensei,

Dalam perjalanan tugas ke Bali awal Juni 2007 ini saya berbincang-bincang dengan kakak Ipar saya yang merupakan penduduk asli Bali.

Secara tidak sengaja kami masuk kedalam topic Meditasi yang setelah saya dengarkan secara seksama memiliki banyak persamaan dengan filosofi Aikido yang saya terima di Dojo.

Secara garis besar ipar saya bercerita kalau dalam dua tahun terakhir dia sudah mengikuti kelas meditasi lintas agama di sebuah kuil di daerah Gianyar, kelas meditasi ini sendiri tidak dipungut / menerima bayaran dan boleh diikuti siapa saja. Buku-buku meditasi dicetak khusus serta dibagikan secara gratis. Menurutnya cukup banyak peserta dari luar daerah Bali serta manca negara yang datang mengkhususkan diri untuk belajar meditasi disana.

Adapun tujuan meditasi ditempat tersebut adalah untuk menemukan pencerahan sehingga seseorang dapat memahami diri, lingkungan dan Sang Penciptanya (Tuhan) untuk mendapatkan ketenangan batin.

Untuk mengikuti meditasi awalnya kita akan diberikan beberapa penjelasan umum seperti; kesiapan hati untuk melaksanakan meditasi untuk menghadap kepada Sang Pencipta, peserta juga dijelaskan pemahaman bahwa dunia dan seluruh alam semesta berserta isinya diciptakan oleh Tuhan dan Tuhan terlepas dari apapun sebutannya dalam agama masing-masing tetaplah satu (The One), dengan demikian kita diminta untuk tidak menyakiti sesama mahluk dan alam ciptaan-Nya.

Filosofi yang sama dengan Aikido dan juga menjadi kewajiban para praktisi Aikido untuk menenangkan diri dan menyiapkan hati sebelum berlatih.

Setelah itu peserta meditasi akan diarahkan untuk mulai membersihkan diri dari Ego, bahwa meditasi hanya bisa terlaksana bila dalam Hati dan Pikiran serta Tubuh sudah disucikan dari Ego serta memahami dan mengkoreksi diri atas apa yang telah dilakukan sepanjang hidup ini.
Sama seperti Sensei yang tidak bosan-bosannya mengarahkan para murid Aiki-Kenkyukai untuk tidak Ego dan melakukan tahapan harmonisasi (blending).

Di tahapan-tahapan selanjutnya peserta meditasi diajarkan untuk berpasrah diri kepada Sang Pencipta (Tuhan) bahwa apapun yang telah / akan terjadi merupakan kehendak-Nya, dengan berpasrah diri maka tubuh menjadi kosong dan disanalah Sang Pencipta akan hadir untuk memberikan kekuatan. Dalam tahap ini tubuh disebutkan sebagai “mati raga” dimana peserta sesungguhnya telah menyatu dengan alam semesta. Pada titik ini tidak ada kekuatan lain termasuk kekuatan tak kasat mata (termasuk hal-hal gaib) yang bisa menyerang karena tubuh sudah melebur dan menyatu dengan alam semesta yang begitu besar sehingga tidak ada kekuatan yang dapat menyerang alam semesta. Disampaikan juga filosofi “Ada dan Tiada”, dimana ketika kita ada maka Tuhan tiada (dalam diri kita maksudnya), dan sebaliknya ketika kita tiada maka Tuhan ada.

Saya jadi teringat salah satu artikel di Inside Aiki yang menjelaskan tujuh karakteristik Aiki, serta penjelasan tehnik “no touch” yang hanya bisa dilakukan oleh praktisi aikido yang sudah bisa menyatukan Aiki dengan alam sekitarnya. Sementara konsep Ada dan Tiada itu sendiri sama dengan filosofi Aikido dalam melakukan teknik mengkosongkan diri (tenaga kosong) dengan begitu ada kekuatan, sementara ketika kita ada (menggunakan kekuatan) maka sebenarnya kita hanya menghasilkan bentrokan fisik dan tiada gunanya.

Disebutkan bahwa meditasi untuk mencapai / menemukan pencerahan bukanlah jalan yang mudah serta banyak godaan, dalam pertemuan diskusi di kuil banyak peserta yang menyampaikan kegagalan dalam proses meditasi serta minta petunjuk untuk bisa melaluinya. Namun mereka diminta untuk tidak berhenti / berputus asa serta mencoba terus cara meditasi yang telah diajarkan, tidak ada cara singkat dan mudah untuk menemui pencerahan, semua tahapan kesulitan dan godaan harus dilalui oleh peserta untuk bisa menemukan pencerahan yang dicari.
Sama seperti praktisi Aikido di Aiki-Kenkyukai, saya teringat ketika awal mulai diajarkan Aiki yang tidak saya pahami, dan jawaban dari Sensei adalah “Aiki tidak bisa dijelaskan, berlatihlah terus dan anda akan memahami Aiki itu dengan sendirinya”

Sungguh sangat mengejutkan ketika mengetahui bahwa ternyata pemahaman / Filosofi Aikido ternyata sangat mirip dengan proses meditasi (atau mungkin Aikido memang diciptakan melalui proses meditasi O-Sensei).

Semoga artikel ini bermanfaat bagi rekan-rekan praktisi Aikido di Indonesia pada umumnya dan Aiki-Kenkyukai pada khususnya.

Regards,
Christanto

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s