Sweet Love Stories

Posted: November 29, 2009 in tale from the others


Suatu hari, seorang gadis mengalami kecelakaan saat hendak pulang dari kantor. Saat ia sadar, ia telah berada di Rumah Sakit, ke dua orang tuanya sedang menunggunya di tepi ranjang. Sang gadis akhirnya siuman setelah 1 minggu tak sadarkan diri. Karena kecelakaan itu ia mengalami cedera kepala yang cukup berat. Melihat ke dua orang tuanya menangis ia ingin menenangkan mereka mengatakan bahwa ia telah baik-baik saja. Namun kemudian ia sadar bahwa suara yg keluar dari mulutnya hanyalah gumaman. Ia telah kehilangan suaranya.

Dokter menjelaskan bahwa ada kerusakan pada otaknya yang menyebabkan ia tidak dapat lagi berbicara. Hatinya hancur dunia seakan gelap dan ia jatuh pingsan lagi.

Tiba saatnya sang gadis pulang ke rumah semuanya berjalan biasa saja dunianya hening sama seperti saat ia menjalani pengobatan di Rumah Sakit. Satu hal yg membuat hatinya bertambah hancur ialah saat ia mengetahui bahwa kekasihnya kerap menelponnya. Ia tidak ingin kekasihnya tahu keadaan dirinya yg sekarang ia tidak ingin membebani pikiran kekasihnya tersebut oleh karena itu ia menulis sms bahwa ia tidak ingin bertemu dengannya lagi, ia menangis saat menulis sms tersebut.

Tidak lama, ia menerima puluhan bahkan ratusan sms balasan, dan tak terhitung deringan telepon dari kekasihnya. Ia tidak membuka satu pesan pun karena ia tahu saat ia mulai membaca pesan tsb hal itu akan membuatnya bertambah pedih. Ia abaikan semua itu…dan berhari hari pula kekasihnya mencoba bertemu namun ia selalu menolaknya.

Akhirnya kedua orangtuanya memutuskan untuk pindah, dan berharap kepindahan tsb akan mengobati luka di hati anak gadisnya.

Di lingkungan yg baru si gadis mulai belajar berbahasa isyarat dan dapat memulai hidup barunya kembali meski sang gadis tetap belum dapat tersenyum. Setiap malam ia berdoa agar ia dapat melupakan kekasih yang telah ia tinggalkan dan dalam doanya ia kerap menangis dalam kesunyian. Suatu hari teman lamanya datang berkunjung dan menceritakan semua hal tentang pria yg dulu menjadi kekasihnya, ia mendengarkan dengan penuh perhatian dan berpesan agar sahabatnya tersebut jangan bercerita apa pun tentang keadaanya sekarang kepada mantan kekasihnya.

Satu tahun berlalu,sahabatnya kembali datang dengan membawa surat undangan berwarna biru muda dari mantan kekasihnya. Itu adalah warna kesukaannya,hatinya pedih mengetahui bahwa mantan kekasihnya memakai warna kesukaannya untuk sampul undangan pernikahannya dengan gadis lain. Sang gadis terdiam dan dengan hati yang sedih ia membuka surat undangan. Saat ia mulai membaca surat undangan tsb, ia melihat namanya tercantum di dalam tulisan undangan itu.

Saat ia mau bertanya kepada sahabatnya tentang arti semua itu, ia melihat pria yg ia cintai berdiri didepannya. Lalu pria terseb ut menggunakan bahasa isyarat mengatakan “Saya belajar bahasa isyarat ini selama satu tahun. Dan aku ingin engkau tahu bahwa aku tidak pernah melupakan janji kita.Berikan aku kesempatan untuk menjadi suaramu di sisa hidupku.”
Bersamaan dengan itu ia melingkarkan cincin di jari manis sang gadis dan memeluknya. Sang gadis akhirnya dapat tersenyum untuk pertama kalinya.

Comments
  1. adiinda d'strange says:

    so sweet…… like this

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s