The Story of Band of Brothers

Posted: July 13, 2011 in tale from the others

Band of Brothers ini merupakan miniseri tv tentang Perang Dunia II yaitu peperangan antara Amerika melawan Nazi (Jerman). Di dalam miniseri  tv (Band of Brothers) menceritakan penyerangan pasukan penerjun payung Amerika (Airborne) ke wilayah jajahan Nazi (Jerman) yang berada di Eropa.Prinsip kerja dari pasukan Airborne ini adalah para pasukan disebar keseluruh wilayah musuh dengan cara melompat dari sebuah pesawat dengan menggunakan parasut hingga mendarat di daerah musuh.

Singkatnya, film ini mengisahkan tentang sekelompok prajurit Amerika yang tergabung dalam “Easy Company”, semacam pasukan terjun payung di perang dunia II. Nah, di film ini diceritain tentang bagaimana para relawan yang tergabung di pasukan ini, dari awal mereka latihan sampai saat tugas terakhir mereka untuk merebut Kehlsteinhaus.

Yang membuat film ini menarik adalah karena film ini dibuat berdasarkan kisah nyata. Jadi emang bener-bener kejadian berdasarkan cerita-cerita dari si pelakunya. Keren banget! Di awal setiap seri biasanya dimunculkan wawancara dengan pelaku-pelaku yang masih hidup, kemudian barulah adegan demi adegan kejadiannya dimunculkan sehingga kita seolah-olah dibawa ke masa itu (wuih, serem ne bahasa ne). Oya, dalam salah satu seri juga diceritakan tentang bagaimana para tentara ini menemukan kamp-kamp konsentrasi Yahudi. Di seri itu digambarkan bagaimana kondisi kamp-kamp tersebut, yang kalo saya baca-baca di beberapa sumber emang sangat mengenaskan!

Di dalam film ini Mayor Winters dahulunya masih berpangkat letnan dan memimpin Easy Company. Karena sepak terjangnya yang begitu bagus dia di promosikan menjadi Captain hingga menjadi Mayor dan ikut ambil andil dalam peperangan tersebut. Awal dari film itu adalah penyerangan ke wilayah jajahan Nazi yaitu di Normandy (Prancis) dimana Easy Company turut ambil andil dalam penyerangan tersebut hingga merebut wilayah jajahan Nazi tersebut. Peperangan tersebut berlanjut ke Carentan (Prancis), Eindhoven (Belanda), Bastogne (Belgia) sampai The Eagles Nest (kediaman Hitler  yang berada di puncak gunung setinggi 1834 m di daerah Berchtesgaden, perbatasan Jerman dan Austria) dikuasai. Akhir dari film ini adalah Hitler bunuh diri dengan menembakan pistol ke kepalanya hingga tewas dan tunduknya atau menyerahnya lebih dari 300.000.000 pasukan Nazi di dalam peperangan tersebut.

Ini sedikit hint untuk “Band of Brothers” :

Part 1 CURAHEE. Di Toccoa, Georgia, tahun 1942, sejumlah anak muda berlatih untuk menjadi anggota dari sebuah resimen angkatan darat Amerika Serikat yang baru dibentuk, yaitu pasukan payung. Di bawah kepemimpinan keras dari Letnan Sobel, anggota2 dari Kompi E (Kompi Easy) yang baru dibentuk telah bertransformasi dari seorang sipil yang culun menjadi anggota tentara yang paling elit di Angkatan Darat. Dalam pelatihan yang keras itu terlihat kompetisi antara Letnan Sobel yang dibenci prajurit dengan Letnan Winters yang lebih disukai oleh prajurit.

Part 2 DAY OF DAYS. Pada tanggal 6 Juni 1944, Hari H, pesawat2 yang mengangkut ribuan pasukan payung menyeberang lautan dari Inggris ke Perancis, dan mereka disambut dengan hujan tembakan dari bawah. Tidak ada yang mendarat persis di tempat yang direncanakan, dan banyak yang hilang senjatanya atau bekalnya waktu mendarat. Winters mencoba menggabungkan anggota yang terpisah sampai mereka ketemu dengan regunya masing-masing. Winters akhirnya dipilih untuk memimpin penyerangan terhadap benteng artileri pasukan Jerman, tapi Winters akhirnya kehilangan satu orang prajuritnya.

Part 3 CARENTAN. Dua hari sejak Hari H, Kompi Easy diminta merebut kota Carentan, terlibat pertempuran yang akhirnya dimenangkannya tapi kehilangan beberapa korban.  Beberapa serdadu seperti Kopral Blithe sangat sulit menyesuaikan diri dengan situasi perang. Setelah 36 hari sejak pendaratan Hari H di Normandi dan beberapa pertempuran sengit, Kompi Easy kembali ke Inggris, tapi hanya sementara, karena mereka dikirim ke medan perang lagi.

Part 4 REPLACEMENTS. Karena banyaknya korban, beberapa anggota pasukan payung pengganti bergabung dengan Kompi Easy untuk diterjunkan secara masif ke Belanda dalam Operasi Market Garden. Walaupun tidak menemui perlawanan di kota Eindhoven, Kompi Easy dan sejumlah tank Inggris dipukul mundur oleh pasukan Jerman yang lebih superior dan akhirnya beberapa orang menjadi korban. Rencana pasukan sekutu untuk memasuki Jerman melalui Belanda dan mengakhiri perang sebelum Natal tiba, gagal.

Part 5 CROSSROADS. Winters memimpin penyerangan di sebuah parit Belanda yang menghasilkan kemenangan yang meyakinkan sehingga ia diangkat jadi Perwira Eksekutif Batalyon. Tidak puas dengan pekerjaan yang bersifat administratif, Winters sedih melihat kepemimpinan di pasukannya sekarang. Setelah berlibur 2 hari ke Paris, tibalah berita bahwa pasukan Axis (Jerman-Italia) masuk ke Hutan Ardennes untuk memutus garis pasukan Sekutu.  Kompi Easy diminta untuk mempertahankan garis Sekutu ini dengan perlengkapan seadanya padahal menghadapi ganasnya musim dingin..

Part 6 BASTOGNE. Di ganasnya musim dingin yang mematikan, di hutan di luar kota Bastogne, Belgia, Kompi Easy berjuang sendirian untuk mempertahankan garis Sekutu di tengah ancaman kaki mati beku karena dingin (frost bite) dan kelaparan, karena tiba tanpa perlengkapan baju musim dingin dan amunisi yang memadai. Serdadu kesehatan Eugene Roe kecapaian menghimpun alat-alat kesehatan dan obat sedikit demi sedikit, yang akhirnya ia berteman dengan seorang perawat Belgia bernama Rene. Kompi Easy melewatkan Natal dalam kedinginan, dan menerima surat permintaan menyerah dari Angkatan Darat Jerman yang dijawab oleh Jenderal Taylor dengan kata-kata “Lu gile ngkali ye ?” (You’re nuts !!!)

Part 7 THE BREAKING POINT. Sejak melawan Jerman dengan gigih di Bastogne, Kompi Easy yang kecapaian ditugaskan merebut kota Foy di sebelah hutan. Beberapa anggota pasukan tewas dan terluka karena dihujani peluru artileri (meriam, tank, whopper atau howitzer, mortir), ditambah kurang kompetennya pimpinan mereka yaitu Letnan Dike, dimana Winters nggak bisa melakukan apa-apa (Dike lulusan Yale, sama dengan Ike – Jenderal Dwight D. Eisenhower Presiden AS, ditugaskan di kompi elit karena koneksi orang kuat di DC). Kompi Easy berhasil merebut kota Foy tapi dengan korban yang buanyaaak..

Part 8 THE LAST PATROL. Kompi Easy tiba di kota Haguenau (apa dekat Den Haag ya), dekat perbatasan Jerman, dan ditugaskan menyeberangi sungai Rhein untuk mengambil/menculik seorang tawanan tentara Jerman. Letnan Jones, lulusan baru dari West Point (Akmilnya Amrik) yang sangat ingin mencicipi pengalaman perang, mengajukan diri untuk memimpin tugas ini. Walau sukses, misi ini memakan satu korban jiwa, yang menyebabkan Letnan Winters ngarang dalam laporan tertulisnya bahwa “misi kedua sudah dijalankan, tapi tanpa hasil membawa tawanan tentara Jerman”. Maksud lo ? Ya, supaya anak buahnya nggak jadi korban sia-sia lagi…

Part 9 WHY WE FIGHT. Mungkin bagian ini adalah yang paling menyedihkan. Kompi Easy akhirnya memasuki Jerman, tanpa perlawanan yang berarti dan punya kesempatan rileks untuk pertama kalinya setelah 2 tahun ! Suatu patroli dekat hutan menemukan salah satu kamp konsentrasi, masih terisi oleh banyak tawanan yang kondisinya mengerikan. Beberapa penduduk lokal tidak mengakui pernah mendengar tentang kamp ini, dan dipaksa untuk bekerja menguburkan beberapa jenazah, di tengah berita meninggalnya Hitler.

Part 10 POINTS. Ini bagian yang teraneh. Bagi pasukan yang sudah 2 tahun lebih bertugas perang di Eropa dan menderita luka pula dan mendapat bintang “Hati Ungu” (Purple Heart) rupanya kredit pointnya tetap kurang untuk dibebastugaskan dari pasukan dan boleh pulang ke Amrik. Kompi Easy memasuki kota Berchtesgaden di Bavaria, yang dulunya markas besar banyak pemimpin penting dari Reich Ketiga, dan merebut “Sarang Elang”, benteng puncak bukit punya Hitler. Karena Perang Pasifik belum selesai, serdadu yang belum cukup kredit pointnya terancam untuk dikirim ke Perang Pasifik. Menyerahnya Jepang telah mengakhiri Perang Pasifik, dan para serdadupun bisa memilih sendiri ingin jadi apa setelah pulang ke Amrik nanti.

VCD Nomor 11 dan 12 isinya cuman komentar dan dokumenter seperti yang biasa kita lihat dalam program BBC atau National Geographic di Metrotv itu..

Bagi anda yang belum nonton “Band of Brothers” segeralah nonton. Banyak rumus yang masih berlaku sampai hari ini, misalnya tidak selalu perwira muda lulusan sekolah hebat akan dihormati oleh para prajuritnya yang lebih tua dan lebih kenyang dengan bau mesiu peperangan

Untuk cerita lengkapnya silahkan baca buku nya atau saksikan filmnya.

Comments
  1. orchid says:

    My favourite movie :) since I”m in junior high school

    • kazegatana says:

      Yap… mantap Cyd.. jika film lain yang disadur dari Novel dan difilmkan malah gak lengkap.. kayak Harry Potter, buku nya tebel jadinya film durasi 2 jam.. coba Band of Brother… Buku nya tipis, tapi jadinya 10 VCD… :)

  2. ocyd85 says:

    hahhahaa, kalo band of brothernya aku gk pernah baca bukunya.. kalo harpot mah pelit sutradaranya.. kalo aku jadi dia , aku bikin panjang tapi tetep menarik, toh massanya rameeee!!!

  3. ada pornonya, bro. tapi cuman 14 detik. di episode 9

  4. oiya. soal contoh yg terakhir tu namanya letnan siapa ya? yg lulusan sekolah tp ga tau apa-apa…?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s