Sejarah Mitos dan Temuan Arkeologi, Piramida Khufu bukan makam raja Firaun?

Posted: July 19, 2010 in history - another story of our world

Pada umumnya para sejarawan berpendapat bahwa piramida mempunyai hubungan erat dengan makam Firaun. Sebab piramida tersebut menyimpan suatu kekuatan yang ganjil. Dapat membuat mayat dengan cepat dehidrasi, mempercepat proses menjadi fosil mumi.

Namun coba kita lihat latar belakangnya, sejak abad ke-6 SM, Mesir merupakan tempat pelarian kerajaan Poshi, yang kehilangan kedudukannya setelah berdiri lebih dari 2.000 tahun, menerima kekuasaan yang berasal dari luar yaitu kerajaan Yunani, Roma, kerajaan Islam serta kekuasaan bangsa lain. Semasa itu sejumlah besar karya terkenal zaman Firaun dihancurkan, aksara dan kepercayaan agama bangsa Mesir sendiri secara berangsur-angsur digantikan oleh budaya lain, sehingga kebudayaan Mesir kuno menjadi surut dan hancur, generasi belakangan juga kehilangan sejumlah besar peninggalan yang dapat menguraikan petunjuk yang ditinggalkan oleh para pendahulu.

Tahun 450 SM, setelah seorang sejarawan Yunani berkeliling dan tiba di Mesir, membubuhkan tulisan: Cheops, (aksara Yunani Khufu), konon katanya, hancur setelah 50 tahun. Dalam batas tertentu sejarawan Yunani tersebut menggunakan kalimat “konon katanya”, maksudnya bahwa kebenarannya perlu dibuktikan lagi. Namun, sejak itu pendapat sejarawan Yunani tersebut malah menjadi kutipan generasi belakangan sebagai bukti penting bahwa piramida didirikan pada dinasti kerajaan ke-4.

Selama ini, para sejarawan menganggap bahwa piramida adalah makam raja. Dengan demikian, begitu membicarakan piramida, yang terbayang dalam benak secara tanpa disadari adalah perhiasan dan barang-barang yang gemerlap. Dan, pada tahun 820 M, ketika gubernur jenderal Islam Kairo yaitu Khalifah Al-Ma’mun memimpin pasukan, pertama kali menggali jalan rahasia dan masuk ke piramida, dan ketika dengan tidak sabar masuk ke ruangan, pemandangan yang terlihat malah membuatnya sangat kecewa. Bukan saja tidak ada satu pun benda yang biasanya dikubur bersama mayat, seperti mutiara, maupun ukiran, bahkan sekeping serpihan pecah belah pun tidak ada, yang ada hanya sebuah peti batu kosong yang tidak ada penutupnya. Sedangkan tembok pun hanya bidang yang bersih kosong, juga tak ada sedikit pun ukiran tulisan.

Kesimpulan para sejarawan terhadap prestasi pertama kali memasuki piramida ini adalah “mengalami perampokan benda-benda dalam makam”. Namun, hasil penyelidikan nyata menunjukkan, kemungkinan pencuri makam masuk ke piramida melalui jalan lainnya adalah sangat kecil sekali. Di bawah kondisi biasa, pencuri makam juga tidak mungkin dapat mencuri tanpa meninggalkan jejak sedikit pun, dan lebih tidak mungkin lagi menghapus seluruh prasasti Firaun yang dilukiskan di atas tembok. Dibanding dengan makam-makam lain yang umumnya dipenuhi perhiasan-perhiasan dan harta karun yang berlimpah ruah, piramida raksasa yang dibangun untuk memperingati keagungan raja Firaun menjadi sangat berbeda.

Selain itu, dalam catatan “Inventory Stela” yang disimpan di dalam museum Kairo, pernah disinggung bahwa piramida telah ada sejak awal sebelum Khufu meneruskan takhta kerajaan. Namun, oleh karena catatan pada batu prasasti tersebut secara keras menantang pandangan tradisional, terdapat masalah antara hasil penelitian para ahli dan cara penulisan pada buku, selanjutnya secara keras mengecam nilai penelitiannya. Sebenarnya dalam keterbatasan catatan sejarah yang bisa diperoleh, jika karena pandangan tertentu lalu mengesampingkan sebagian bukti sejarah, tanpa disadari telah menghambat kita secara obyektif dalam memandang kedudukan sejarah yang sebenarnya.

Sumber : yasir dan dendi

About these ads
Comments
  1. MISTO SINDU says:

    Alhamdullillah saya dapat membaca informasi tentang berbagai hal yang berhubungan dengan Islam dan Al qur’an, serta sejarah yang lain yang berkaitan dengan Islam. Namun kalau saya cermati, masing-masing Penulis punya referensi, bahkan pengalaman yang berbeda, sehingga membingungkan. Mohon agar tidak menimbulkan sesuatu yang menuju SARA, sebaiknya dasar penulisan mestinya sumbernya sama, sehingga isinya bisa sama.

    • kazegatana says:

      Thanks atas sarannya, saya akan mencoba untuk lebih menyaring dan menyeleksi tulisan yang berasal dari berbagai sumber penulisan. Sebelumnya hal ini saya lakukan agar kita dengan pikiran dewasa dapat melihat perbandingan dan mencermati dari keyakinan masing masing, perbedaan adalah sesuatu yang indah dan tidak harus jadi sebuah masalah. Perbedaan itu selalu ada dan tergantung dari sikap kita untuk menghormati perbedaan pandangan maka tidak ada yang namanya bentrokan karena alasan Sara, alam ini akan terasa lebih indah, karena yang menciptakan perbedaan itu adalah Yang Maha Kuasa. Jika dari sisi suatu agama ada hal yang berbeda pandangan dari agama lain, cukuplah kita melihat hal itu dari keyakinan kita dan gak usah menganggap hal itu harus dijadikan sama. Saya yakin, Allah SWT menciptakan perbedaan perbedaan ini dengan suatu tujuan… terjadang kita bisa lebih memahami keyakinan kita dengan melihat hal yang berbeda dari pandangan orang lain. Terimakasih atas sarannya, semoga tulisan pada blog saya ini, baik tulisan saya probadi maupun yang saya re-post dari sumber lain dapat diambil manfaat nya dan kalau ada hal yang kurang mohon diberitahu dan akan jadi koreksi buat saya. Sekali lagi saya ucapkan terimakasih.

  2. fahrudin says:

    Sesuatu yang menakjubkan … dan indah di pandang mata ….

    by
    kayu jabon
    jasa ekspedisi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s